Haluannews Ekonomi – Konglomerasi investasi Berkshire Hathaway, yang dipimpin oleh Warren Buffett, mengakui kegagalan investasi pada saham Kraft Heinz (KHC.O). Kerugian ini terungkap setelah perusahaan mencatatkan penurunan nilai (write-down) sebesar US$3,76 miliar atau setara dengan Rp 61,88 triliun pada kuartal II-2025.

Related Post
Penurunan nilai investasi di Kraft Heinz ini berdampak signifikan pada kinerja Berkshire Hathaway. Laba bersih perusahaan anjlok 59% secara tahunan, menjadi US$12,37 miliar dari sebelumnya US$30,35 miliar. Pendapatan operasional juga mengalami penurunan sebesar 4%, dipicu oleh penurunan premi asuransi dan performa saham yang kurang memuaskan.

Kondisi pasar yang dinilai overvalued oleh Buffett membuat Berkshire Hathaway memilih untuk menahan diri dari investasi agresif. Perusahaan kini memiliki kas dan setara kas sebesar US$344,1 miliar, mendekati rekor tertinggi. Berkshire juga lebih banyak menjual saham daripada membeli selama 11 kuartal berturut-turut.
Kerugian dari Kraft Heinz bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Berkshire Hathaway. Bisnis konsumen milik perusahaan juga mengalami guncangan, dengan penurunan pendapatan hingga 38,5% pada Jazwares, pembuat mainan Squishmallows. Penurunan ini disebabkan oleh gangguan rantai pasok dan keterlambatan pengiriman barang.
Di tengah transisi kepemimpinan, dengan rencana pengunduran diri Buffett pada akhir tahun 2025, performa saham Berkshire Hathaway juga tertinggal dibandingkan pasar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama terkait dengan prospek pertumbuhan sektor asuransi yang selama ini menjadi andalan perusahaan. Greg Abel, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua, akan menggantikan Buffett sebagai CEO.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar