Haluannews Ekonomi – Rupiah ambles melawan dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Kamis (2/1/2025), dibuka melemah 0,37% ke level Rp 16.150/US$. Ini bertolak belakang dengan penguatan 0,25% kemarin, yang menutup perdagangan di angka Rp 16.090/US$. Pelemahan ini terjadi di tengah antisipasi rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Related Post
Haluannews.id mencatat, Indeks Dolar AS (DXY) pada pukul 08:56 WIB mengalami penurunan tipis 0,02% ke angka 108,47, sedikit lebih rendah dari posisi kemarin di 108,49.

Pergerakan rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh penantian data IHK yang akan diumumkan BPS siang nanti. Konsensus Haluannews.id memperkirakan inflasi inti Desember 2024 mencapai 2,29% (yoy), sedikit naik dari angka November (2,26%). Sebagai perbandingan, inflasi November 2024 tercatat 0,30% (mtm) dan 1,55% (yoy). Jika inflasi bulanan menembus 0,47% sesuai konsensus, ini akan menjadi angka tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, sejak Maret 2024.
Metode perhitungan inflasi tahunan Indonesia menjadikan angka inflasi Desember (yoy) sebagai angka inflasi sepanjang tahun. Dengan demikian, jika inflasi (yoy) Desember 2024 mencapai 1,61% seperti prediksi konsensus, maka inflasi sepanjang 2024 juga akan berada di angka 1,61%, menjadi yang terendah dalam sejarah Indonesia. Data BPS ini jelas menjadi sorotan utama pasar hari ini.










Tinggalkan komentar