Haluannews Ekonomi – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk menunda "perang dagang" dengan Kanada dan Meksiko, dengan menahan sementara pengenaan tarif impor 25%, telah menyuntikkan semangat baru ke pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Pengumuman ini menjadi angin segar setelah sehari sebelumnya, Senin (03/02/2025), pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia, diterpa gelombang tekanan akibat kebijakan tarif Trump. IHSG sempat ambles lebih dari 2%, sementara rupiah terpuruk hingga menyentuh level Rp 16.430 per dolar AS.

Related Post
Reaksi pasar terhadap penundaan ini begitu signifikan. Setelah sempat mengalami tekanan berat, IHSG dan rupiah menunjukkan rebound positif. Analis pasar menilai, keputusan Trump ini mengurangi ketidakpastian yang selama ini menggelayuti pelaku pasar. Hal ini memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk dan mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Untuk memperdalam analisis dampak keputusan Trump ini terhadap pasar Indonesia, Haluannews.id mewawancarai Chandra Dwi Pranata, analis pasar dari Haluannews.id, dalam program Squawk Box, Haluannews.id (Selasa, 04/02/2025). Dalam wawancara tersebut, Chandra memberikan proyeksi pasar untuk hari-hari mendatang, menganalisis dampak jangka pendek dan panjang dari keputusan Trump, serta memberikan pandangannya mengenai potensi risiko yang masih mengintai. Wawancara lengkapnya dapat disaksikan melalui tayangan video di Haluannews.id.




Tinggalkan komentar