Trump Kena Mental? Wall Street Cuek Perang Dagang!

Trump Kena Mental? Wall Street Cuek Perang Dagang!

Haluannews Ekonomi – Deadline terbaru perang dagang ala Presiden AS Donald Trump melalui tarif impor akan jatuh pada 1 Agustus 2025. Namun, berbeda dengan kekhawatiran sebelumnya, Wall Street kini tampak lebih tenang menghadapi "ancaman" tersebut.

COLLABMEDIANET

Kondisi ini kontras dengan pengumuman serupa pada 2 April lalu, di mana pasar finansial global dilanda kecemasan akan potensi inflasi dan perlambatan ekonomi AS akibat kebijakan Trump.

Trump Kena Mental? Wall Street Cuek Perang Dagang!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kini, dengan perkiraan tarif berkisar antara 15% hingga 20% untuk negara-negara pengekspor ke AS, analis melihat pertumbuhan global yang lebih kuat, dampak inflasi yang tidak terlalu mengkhawatirkan, serta adanya "pelonggaran kondisi keuangan" secara umum.

JPMorgan Chase, misalnya, telah menurunkan risiko resesi dari 60% menjadi 40%. Kepala Ekonom JPMorgan, Bruce Kasman, menyatakan bahwa tarif, meskipun merupakan kenaikan pajak atas barang impor, kemungkinan tidak akan cukup untuk menggagalkan ekspansi ekonomi AS.

Kesepakatan tarif antara AS dan Uni Eropa (UE) menjadi sinyal positif yang meredakan kekhawatiran. Sentimen di Wall Street mencerminkan keyakinan bahwa risiko resesi telah mereda, meskipun tarif masih berpotensi menghambat pertumbuhan.

Ahli strategi Morgan Stanley, Michael Zezas, meyakini bahwa skenario yang paling mungkin adalah pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang stabil, bukan resesi. Namun, ia mengakui bahwa masih banyak masalah yang perlu diselesaikan sebelum batas waktu 1 Agustus, yang dapat berdampak signifikan pada mitra dagang utama AS, termasuk Jepang.

The Fed juga menjadi perhatian pasar. Kesepakatan AS-Eropa akan memberikan lebih banyak pertimbangan bagi bank sentral AS dalam pengambilan keputusan suku bunga.

Analis meyakini The Fed akan mempertimbangkan penurunan suku bunga pada bulan September, terutama jika ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan dan inflasi tetap terkendali.

Ekonom Citigroup, Andrew Hollenhorst, berpendapat bahwa pasar dan pejabat The Fed akan semakin yakin bahwa hambatan terhadap pertumbuhan dan risiko kenaikan inflasi akan moderat, mengingat tarif yang stabil di sekitar 15%.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar