Haluannews Ekonomi – Kembalinya Donald Trump ke panggung politik AS membayangi pasar keuangan global, khususnya pada tahun 2025. Genta Wira Anjalu, Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, memprediksi kebijakan "America First" Trump akan berdampak signifikan. Dalam wawancara di program Power Lunch Haluannews.id (Rabu, 08/01/2025), Anjalu menjelaskan bagaimana kebijakan proteksionis Trump, termasuk pengetatan tarif impor dan imigrasi, akan berimbas pada perekonomian dunia.

Related Post
Anjalu memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi, dengan kemungkinan pemangkasan maksimal dua kali. Hal ini, menurutnya, akan menarik kembali aliran dana asing ke Amerika Serikat, sehingga berpotensi melemahkan mata uang global, termasuk Rupiah.

Menyikapi potensi ketidakpastian ini, Sinarmas AM menganggap sektor perbankan dan konsumer sebagai pilihan investasi yang menjanjikan dalam jangka pendek. Strategi ini dinilai mampu meredam dampak negatif dari potensi gejolak ekonomi global akibat kebijakan Trump. Anjalu menjelaskan lebih detail strategi investasi ini dalam wawancara tersebut, memberikan gambaran prospek investasi di pasar Indonesia menghadapi sentimen "Trump 2.0". Wawancara lengkapnya dapat disaksikan di tayangan Power Lunch Haluannews.id.




Tinggalkan komentar