Haluannews Ekonomi – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meyakinkan publik bahwa proses pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh DPR RI akan tetap independen dan objektif. Penegasan ini muncul di tengah sorotan terhadap salah satu kandidat, Thomas Djiwandono, yang memiliki hubungan keluarga dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Related Post
Misbakhun menekankan bahwa kemampuan dan rekam jejak Thomas Djiwandono menjadi pertimbangan utama. Ia meyakini, terpilihnya Thomas tidak akan mengganggu independensi BI. "Beliau orang yang mempunyai kemampuan, mempunyai rekam jejak yang bagus. Walaupun nanti beliau terpilih, bukan berarti kemudian independensi terganggu," ujarnya di Gedung DPR RI, Jumat (23/1/2026).

Misbakhun meminta masyarakat untuk tidak mencampuradukkan urusan pribadi dengan profesionalisme. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan bank sentral didasarkan pada sistem, aturan, dan regulasi yang kuat. Independensi BI, menurutnya, tidak akan goyah hanya karena satu individu. Pengambilan keputusan di BI dilakukan secara kolektif kolegial, di mana para anggota saling melengkapi, bersinergi, dan menguatkan untuk menghasilkan kebijakan moneter yang tepat.
Lebih lanjut, Misbakhun mengajak masyarakat untuk memberikan penilaian yang objektif kepada setiap calon, berdasarkan pengetahuan umum, pemahaman tentang moneter, wawasan politik, dan berbagai aspek lainnya. DPR RI, kata dia, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota untuk mengeksplorasi kemampuan masing-masing calon.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar