Terungkap! Jurus Tatalogam Hadapi Gempuran Baja China di ASEAN

Terungkap! Jurus Tatalogam Hadapi Gempuran Baja China di ASEAN

Haluannews Ekonomi – Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi, menggarisbawahi urgensi program hilirisasi industri baja nasional sebagai lokomotif utama untuk mendongkrak daya saing dan nilai tambah produk baja lokal di kancah global. Pernyataan ini muncul dalam sebuah dialog eksklusif yang menyoroti peta jalan industri strategis di Tanah Air.

COLLABMEDIANET

Stephanus menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan yang harus diikuti dengan konsistensi kebijakan serta dukungan investasi jangka panjang. Hal ini krusial untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan industri baja nasional. Tanpa komitmen jangka panjang, potensi besar hilirisasi dikhawatirkan tidak akan terwujud secara optimal.

Terungkap! Jurus Tatalogam Hadapi Gempuran Baja China di ASEAN
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebagai pionir, Tatalogam Group telah mengimplementasikan hilirisasi baja pada produk baja lembaran mereka. Melalui penambahan material zinc aluminium, perusahaan berhasil mentransformasi material mentah menjadi produk akhir yang bernilai tambah tinggi, siap bersaing di pasar. Inovasi Tatalogam tidak berhenti di situ. Mereka juga mengembangkan "Rumah Modular," sebuah konsep hunian permanen instan yang memanfaatkan baja ringan berlapis. Keunggulan produk ini sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia, menawarkan ketahanan anti rayap, anti gempa, serta solusi cepat dan efisien untuk revitalisasi hunian pascabencana.

Di tengah geliat inovasi, Tatalogam Group juga agresif dalam memperluas jangkauan pasar ekspornya. Saat ini, produk-produk mereka telah menembus 25 negara, dengan Amerika Serikat menjadi pasar utama yang menjanjikan. Namun, Stephanus tidak menampik adanya tantangan signifikan, khususnya di pasar ASEAN. Agresivitas produk baja dari China, baik dari segi harga maupun skala produksi, menjadi ganjalan utama yang harus dihadapi oleh industri baja ringan Indonesia untuk bisa merajai kawasan. Persaingan ketat ini menuntut strategi yang lebih jitu dan dukungan penuh dari pemerintah untuk menciptakan level playing field yang adil.

Dialog mengenai strategi hilirisasi dan tantangan ekspor ini selengkapnya dapat disimak dalam program Manufacture Check di Haluannews.id, yang menampilkan pembahasan mendalam dengan Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar