Terungkap! Bank Raya Guncang Pasar Digital, Kredit Meroket 39,8%!

Terungkap! Bank Raya Guncang Pasar Digital, Kredit Meroket 39,8%!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) berhasil menorehkan kinerja impresif di tengah tantangan ekonomi global, menegaskan posisinya sebagai pionir transformasi digital dan pendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem BRI Group, Bank Raya sukses menjalankan strategi digitalisasi yang tercermin dari inovasi pada Aplikasi Raya, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga. Pencapaian ini mengindikasikan potensi pertumbuhan Bank Raya yang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan transaksi digital di masyarakat.

COLLABMEDIANET

Sebagai "digital attacker" dalam ekosistem BRI Group, Bank Raya menunjukkan pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis digital, berkontribusi pada percepatan ekonomi digital nasional. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian (audited) per 31 Desember 2025, Bank Raya mencatatkan penyaluran kredit digital sebesar Rp 28,75 triliun, melonjak 39,8% secara tahunan (yoy). Angka ini mendorong pertumbuhan signifikan pada outstanding kredit digital Bank Raya yang mencapai Rp 3,07 triliun atau tumbuh 33,9% yoy, menopang total kredit perseroan sebesar Rp 7,72 triliun, naik 8,3% yoy. Peningkatan penyaluran kredit ini turut mendongkrak pendapatan bunga Bank Raya di tahun 2025 sebesar 14,0% yoy menjadi Rp 1,19 triliun, dibandingkan Rp 1,05 triliun pada tahun 2024. Porsi kredit digital kini mencapai 39,8% dari total kredit, meningkat dari 32,1% pada akhir 2024, dengan target dominasi portofolio kredit digital pada tahun 2026.

Terungkap! Bank Raya Guncang Pasar Digital, Kredit Meroket 39,8%!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dari sisi penghimpunan dana, Bank Raya juga mencatatkan pertumbuhan digital saving sebesar Rp 2,20 triliun, melesat 66,7% yoy. Kenaikan ini diiringi peningkatan transaksi Aplikasi Raya sebesar 16,3% yoy, mencapai 4,7 juta transaksi. Bank Raya secara konsisten berfokus mengembangkan basis dana murah (CASA) melalui ekspansi tabungan digital, sehingga rasio CASA pada tahun 2025 tercatat 33,62%, naik dari 27,50% pada tahun 2024. Berbagai inovasi fitur digital saving yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah telah mendukung Bank Raya dalam mendigitalisasi lebih dari 1 juta nasabah, termasuk komunitas dan pelaku usaha yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merefleksikan fokus Bank Raya pada strategi pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas. "Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital," ujar Ida Bagus dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026). Ia optimistis bahwa bisnis digital akan terus menawarkan prospek yang menjanjikan di masa depan.

Inovasi Produk Digital sebagai Pilar Pertumbuhan Jangka Panjang

Sebagai bagian integral dari transformasi menjadi bank digital, Bank Raya agresif mengembangkan produk dan layanan perbankan. Hingga akhir Desember 2025, Aplikasi Raya telah menghadirkan lebih dari 111 fitur inovatif yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Bagus menambahkan, pihaknya terus mendorong perluasan adopsi Aplikasi Raya melalui literasi keuangan dan promo menarik, yang berkontribusi pada peningkatan brand awareness Bank Raya.

Pengembangan teknologi informasi di Aplikasi Raya terus ditingkatkan. Untuk mendorong pertumbuhan digital saving, Bank Raya menginisiasi kemudahan pengelolaan keuangan melalui berbagai fitur Saku. Fitur Uang Saku, misalnya, dirancang untuk membantu orang tua mengelola dan memantau keuangan anak sejak dini, mengawasi pengeluaran, serta mengevaluasi kebiasaan finansial mereka. Pada akhir 2025, Bank Raya juga meluncurkan fitur Kartu Digital Debit Visa, melengkapi opsi pembayaran di Aplikasi Raya, memungkinkan nasabah bertransaksi di jaringan merchant online Visa domestik maupun internasional, termasuk e-commerce dan platform transportasi online.

Inovasi lain di tahun 2025 adalah fitur Tagih Uang, pengembangan dari Saku Bareng, yang memudahkan komunitas mengelola uang bersama hingga 300 anggota, ideal untuk pengelola apartemen, kelompok RT/RW, atau komunitas lain yang mengandalkan iuran. Bank Raya juga terus mendorong pelaku usaha membangun ekosistem bisnis melalui integrasi Saku Bisnis, dengan penyediaan QRIS Bisnis dan fitur Kasir untuk memantau pembayaran QRIS secara realtime. Berbagai fitur transaksi lainnya seperti QRIS CPM, pembayaran pulsa, paket data, token listrik, tagihan PDAM, multifinance, zakat, kartu kredit, internet, TV kabel, dan Virtual Account semakin melengkapi Aplikasi Raya. Kemudahan akses juga ditawarkan melalui setor dan tarik tunai di ATM BRI, Agen BRILink, serta Indomaret di seluruh Indonesia.

Di segmen digital lending, pertumbuhan didorong oleh inovasi Raya Paylater sebagai opsi pembiayaan tambahan yang transparan dan fleksibel. Bank Raya juga terus memperkenalkan produk digital lending unggulan seperti Pinang Dana Talangan untuk mendukung produktivitas Agen BRILink, Pinang Flexi sebagai pinjaman multiguna bagi karyawan tetap, serta Pinang Maksima untuk invoice based financing guna mendukung produktivitas bisnis pelaku usaha. Pada akhir 2025, outstanding Pinang Flexi meningkat 20,5% yoy menjadi Rp 1,03 triliun, Pinang Dana Talangan bertumbuh 52,9% yoy menjadi Rp 1,08 triliun, dan Pinang Maxima melesat 71,53% yoy menjadi Rp 880 miliar.

Sejalan dengan visi Bank Raya di tahun 2025 sebagai Bank Digital Utama yang Memberikan Solusi Keuangan Digital dengan Akses Terluas bagi Masyarakat Indonesia, Bank Raya telah mendampingi 8 Klaster Unggulan dan lebih dari 200 Klaster Komunitas lainnya, termasuk pelaku usaha, pendidikan, dan perdagangan. Pendampingan ini memberdayakan pelaku usaha melalui digitalisasi dan akses layanan keuangan. Sepanjang 2025, Bank Raya juga mengoptimalkan sinergi dengan ekosistem BRI, memanfaatkan channel seperti Agen BRILink dan Agen Gadai. Perluasan cakupan layanan juga dilakukan melalui kerja sama dengan Perhutani, Mekari Talenta, APP Group, Mitra SRC untuk pinjaman produktif, serta DPLK BRI melalui fitur BRIFine di Aplikasi Raya, dan YBM BRiLiaN untuk fitur pembayaran zakat & donasi.

Perbaikan Kualitas dan Tata Kelola untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Meskipun terdapat perlambatan kinerja keuangan pada tahun 2025 akibat langkah perbaikan pada debitur-debitur legacy melalui pembentukan cadangan, Bank Raya tetap berkomitmen memperkuat pertumbuhan bisnis digital secara prudent. Porsi kredit digital terus meningkat menjadi 39,8% dari 32,1% pada tahun sebelumnya, sejalan dengan target Bank Raya di tahun 2026 agar porsi kredit digital lebih besar dari kredit legacy.

Bank Raya juga menjaga rasio likuiditas pada level aman, dengan LDR tercatat 80,83%, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) 84,41%, LCR 474,93%, dan NSFR 171,98% (di atas ketentuan minimum 100%). Dari sisi permodalan, rasio Total CAR sebesar 40,25% dan Tier 1 CAR 39,30% menunjukkan kekuatan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. "Komitmen kami untuk melakukan perbaikan pada debitur legacy dilakukan agar bank dapat bertumbuh lebih sehat secara jangka panjang," ungkap Bagus. Ia optimis tren positif akan berlanjut melalui pertumbuhan bisnis berkualitas dan efisiensi berkelanjutan, didukung sinergi dengan ekosistem BRI Group. Komitmen ini terbukti dari kinerja Februari 2026, di mana Bank Raya mencetak laba bersih Rp 5,11 miliar, dengan pendapatan bunga positif dari pertumbuhan digital lending dua digit.

Giatkan Keuangan Berkelanjutan dan Penerapan GCG

Bank Raya berkomitmen membangun ekosistem bisnis berkelanjutan, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di bidang ekonomi, penyaluran kredit UMKM dan digital lending tumbuh berkelanjutan, diiringi pertumbuhan produk simpanan digital. Di bidang lingkungan, Bank Raya berhasil menurunkan konsumsi energi dan kertas, melaporkan emisi karbon kepada OJK, serta melaksanakan program penanaman mangrove (Pantura Greenbelt Program) yang menargetkan 3.500 bibit bakau, berkontribusi menyerap 28 tCO2/tahun. Di bidang sosial, Bank Raya meningkatkan kapabilitas SDM melalui sertifikasi dan pelatihan ESG, memperkuat perlindungan HAM, serta menjalankan program TJSL dan literasi keuangan bagi masyarakat, termasuk lebih dari 100 episode Inspiraya di Instagram dan tatap muka.

Sebagai institusi perbankan berorientasi keberlanjutan dan tata kelola sehat, Bank Raya masuk dalam Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI (ESGS KEHATI) periode September-November 2025 dan meraih Katadata ESG Index (KESGI) Score 53,17, meningkat dari 48,58 tahun sebelumnya.

Untuk memperkuat tata kelola TI dan keamanan informasi, Bank Raya telah menerapkan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System. Pada tahun 2025, Bank Raya meraih predikat "Sangat Terpercaya" atau "Most Trusted" Company berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI), meningkat dari tahun 2024, membuktikan komitmen pada prinsip GCG (Transparan, Akuntabel, Responsible, Independent, dan Fairness). Bank Raya juga memiliki sertifikasi ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan), ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), dan ISO 20000-1:2018 (IT Service Management System). Sepanjang 2025, Bank Raya meraih 23 penghargaan dari berbagai lembaga kredibel, menegaskan inovasinya yang berdampak positif.

Bagus optimis kinerja Bank Raya akan terus bertumbuh berkelanjutan melalui inovasi, optimalisasi sinergi dengan ekosistem BRI Group, serta kolaborasi dengan berbagai ekosistem bisnis, klaster usaha, dan komunitas. "Kami percaya bahwa dengan merangkul lebih banyak lagi masyarakat, Bank Raya dapat tumbuh bersama dengan para nasabah, pelaku usaha dan mitra, dan hal ini akan menjadi driver dari pertumbuhan bisnis Bank Raya ke depan," pungkas Bagus.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar