Haluannews Ekonomi – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan penangkapan dua tentara Korea Utara di wilayah Kursk, Rusia, Sabtu lalu. Ini merupakan penangkapan pertama tentara Korut yang masih hidup oleh Ukraina sejak keterlibatan mereka dalam perang yang dimulai akhir tahun lalu. Haluannews.id mengutip laporan Reuters.

Related Post
Pasukan reguler Korea Utara disebut-sebut mulai membantu Rusia sejak Oktober 2024, menurut Kyiv dan sekutu Barat. Awalnya, Ukraina memperkirakan jumlah tentara Korut mencapai lebih dari 10.000 orang. Zelenskyy melalui unggahan di X menyatakan, kedua tentara tersebut telah dibawa ke Kyiv dan tengah menjalani interogasi oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU). "Seperti tawanan perang lainnya, mereka mendapat perawatan medis," ujar Zelenskyy, menambahkan bahwa wartawan akan diberi akses untuk mewawancarai mereka.

Kyiv menyebutkan pasukan Korut bertempur di wilayah Kursk, yang menjadi target serangan Ukraina pada Agustus lalu. Mereka mengklaim masih menguasai beberapa ratus kilometer persegi di wilayah tersebut. Selain personel, Kyiv dan sekutu Barat juga menuduh Pyongyang memasok Rusia dengan amunisi artileri. Moskow maupun Pyongyang belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini. Sebelumnya, Ukraina pernah melaporkan penangkapan tentara Korut, namun mereka meninggal dunia karena luka parah.
Zelenskyy dalam video terpisah menjelaskan, penangkapan dilakukan oleh pasukan khusus Ukraina yang berkolaborasi dengan pasukan terjun payung. Video dari drone yang diunggah pasukan khusus tersebut, tampak memperlihatkan lima orang berpakaian kamuflase di hutan, meskipun detailnya sulit diidentifikasi. Video lain dari SBU memperlihatkan kedua tawanan. Salah satunya mengalami luka di rahang dan yang lain mengalami luka terbuka serta patah tulang kaki.
Seorang dokter dalam video SBU (yang wajahnya disamarkan) menjelaskan kondisi medis kedua tawanan. SBU menambahkan, karena kedua tawanan tak bisa berbahasa Ukraina, Rusia, atau Inggris, interogasi dilakukan dalam bahasa Korea dengan bantuan badan intelijen Korea Selatan, NIS. Salah satu tentara ditangkap dengan dokumen militer Rusia atas nama orang lain yang terdaftar di Rusia, sementara yang lainnya tak memiliki dokumen sama sekali. SBU memastikan penahanan sesuai hukum internasional dan penyelidikan kriminal tengah dilakukan untuk menyelidiki pelanggaran hukum Ukraina terkait perencanaan atau pelaksanaan perang.




Tinggalkan komentar