Terkuak! Bukan Gejolak, Ini Kunci Investor Kakap Lirik Bursa RI

Terkuak! Bukan Gejolak, Ini Kunci Investor Kakap Lirik Bursa RI

Haluannews Ekonomi – Likuiditas pasar saham Indonesia menjadi sorotan utama sebagai penentu daya tarik bagi investor institusional global atau "big money". Menurut Chief Investment Officer (CIO) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir, tanpa kedalaman likuiditas yang memadai, pasar modal domestik berisiko kehilangan relevansinya di mata para pemodal raksasa dunia.

COLLABMEDIANET

Pandu menjelaskan, persepsi umum yang menganggap volatilitas sebagai penghalang investor besar adalah keliru. Sebaliknya, fluktuasi harga justru kerap dimanfaatkan sebagai peluang. Yang menjadi perhatian serius bagi investor kakap adalah kemampuan pasar dalam menampung aliran dana berskala besar serta kemudahan untuk masuk dan keluar dari posisi investasi tanpa mengganggu stabilitas harga.

Terkuak! Bukan Gejolak, Ini Kunci Investor Kakap Lirik Bursa RI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Volatilitas itu buat investor justru peluang. Yang saya khawatirkan adalah kalau Indonesia menjadi tidak relevan di pasar modal global karena likuiditasnya menurun," ungkap Pandu dalam acara Closing Bell Haluannews.id TV, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, bagi entitas investasi dengan dana jumbo, likuiditas adalah faktor fundamental dalam pengambilan keputusan alokasi aset. Ketika pasar mengalami penyempitan, proses divestasi dari satu posisi saham bisa memakan waktu berbulan-bulan, yang secara signifikan meningkatkan risiko dan biaya operasional.

"Kalau market mengecil, kami bisa butuh waktu 3-4 bulan hanya untuk keluar dari satu posisi agar tidak mengganggu harga pasar," jelas Pandu.

Pandu juga menyoroti peringatan dari MSCI, yang seharusnya ditafsirkan bukan sekadar masalah teknis seperti free float, melainkan sebagai sinyal kuat bahwa pasar saham Indonesia perlu memperdalam likuiditas dan meningkatkan transparansi demi menjaga daya saing di kancah global.

Lebih lanjut, Pandu berpendapat bahwa fokus kebijakan pasar modal ke depan harus diarahkan pada peningkatan kedalaman pasar, bukan hanya sekadar mengejar target jangka pendek indeks global. Saat ini, nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berkisar Rp16 triliun per hari, angka yang dinilai terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan investor institusi besar.

"Tugas kita adalah bagaimana likuiditas ini bisa naik signifikan. Kalau pasar makin dalam, investor besar akan datang dengan sendirinya," tegasnya.

Pandu menggarisbawahi bahwa likuiditas yang kuat akan memicu efek domino positif. Pasar yang semakin likuid akan menarik lebih banyak investor, mendorong lebih banyak perusahaan untuk melantai di bursa, dan pada akhirnya berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Pasar modal yang sehat, likuid, dan transparan adalah fondasi iklim investasi yang baik. Tanpa likuiditas, investor kakap akan mencari alternatif ke luar negeri," pungkas Pandu.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar