Terbang Tinggi! IHSG Pecah Rekor Lagi, Siap Tembus Level Psikologis 9.000?

Terbang Tinggi! IHSG Pecah Rekor Lagi, Siap Tembus Level Psikologis 9.000?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah baru pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil ditutup menguat signifikan, melompat 0,84% atau setara 74,42 poin, mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di 8.933,61. Pencapaian ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat sejak awal pekan, memicu optimisme investor akan potensi penembusan level psikologis 9.000 dalam waktu dekat.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan hari itu menunjukkan gairah yang tinggi. Tercatat, sebanyak 428 saham mengalami kenaikan, sementara 256 saham melemah, dan 127 saham lainnya tidak bergerak. Total nilai transaksi harian mencapai angka fantastis Rp 34,14 triliun, melibatkan perputaran 67,91 miliar saham dalam 4,37 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) kini nyaris menyentuh US$1 triliun, tepatnya Rp 16.337 triliun, sebuah indikator kekuatan ekonomi yang substansial.

Terbang Tinggi! IHSG Pecah Rekor Lagi, Siap Tembus Level Psikologis 9.000?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Saham-saham di sektor komoditas masih mendominasi daftar paling aktif diperdagangkan. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,02 triliun, diikuti oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan Rp 2 triliun, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mencatatkan transaksi gabungan sekitar Rp 2,22 triliun (Rp 1,29 triliun dan Rp 930 miliar).

Di pasar negosiasi, transaksi signifikan juga terjadi. Saham DEWA diperdagangkan senilai Rp 270,1 miliar dengan harga rata-rata Rp 645 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan transaksi negosiasi sebesar Rp 215,2 miliar, melibatkan 589,7 ribu lot pada harga rata-rata Rp 3.643 per saham.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral ditutup di zona hijau. Sektor barang baku mencatatkan penguatan paling impresif, menunjukkan minat investor yang kuat pada sektor ini. Sebaliknya, sektor energi menjadi satu-satunya yang mengalami koreksi terdalam pada hari tersebut.

Beberapa saham blue-chip dan emiten besar menjadi motor penggerak utama IHSG, di antaranya AMMN, BBCA, BBRI, MDKA, dan PTRO. Namun, ada pula saham-saham yang menjadi pemberat kinerja indeks, seperti BMRI, TLKM, DSSA, BREN, dan BRPT.

Meskipun demikian, pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan tetap volatil, dipengaruhi oleh gejolak geopolitik global. Pekan pertama tahun 2026 dibuka dengan berita mengejutkan dari Amerika Latin, di mana Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer berskala besar di Caracas. Peristiwa ini berpotensi memicu turbulensi di pasar global, menambah lapisan ketidakpastian yang sudah ada sejak awal tahun. Investor global kini mencermati perkembangan situasi ini sembari menganalisis data ekonomi terbaru dan proyeksi arah ekonomi ke depan.

Dari ranah domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Indonesia untuk Desember 2025. Inflasi tercatat sebesar 0,64% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 2,92% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kelompok makanan menjadi kontributor utama tekanan harga sepanjang tahun 2025, dengan inflasi mencapai 1,66% dan memberikan andil sebesar 0,48% terhadap inflasi nasional.

Angka inflasi tahunan 2,92% ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang hanya 1,57% – yang kala itu merupakan inflasi tahunan terendah dalam sejarah Indonesia. Inflasi 2025 juga tercatat sebagai yang tertinggi sejak tahun 2023, mengindikasikan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas harga di tengah pemulihan ekonomi.

Sementara itu, pasar Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang beragam pada Selasa, melanjutkan reli di pasar saham global di tengah upaya investor untuk mencerna ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung pasca-serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro.

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,12%, sementara Topix mencetak rekor tertinggi baru dengan kenaikan 1,48%. Di sisi lain, Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,85%, meskipun Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik tipis 0,09%. Indeks ASX/S&P 200 Australia juga mengalami penurunan 0,42%. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka lebih tinggi, diperdagangkan pada 26.562 dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.347,24.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar