Haluannews Ekonomi – Kisah unik sekaligus mengejutkan datang dari masa lalu Sultan Hamengkubuwana IX, penguasa Yogyakarta yang dikenal humanis dan sederhana. Meskipun tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia berkat warisan kerajaan dan sistem feodalisme, beliau justru pernah menjadi supir truk pengangkut beras dan terlibat insiden tak terduga dengan seorang penjual beras.

Related Post
Berdasarkan buku ‘Takhta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengkubuwono IX (1982)’, Sri Sultan pernah membeli es di pinggir jalan. Kejadian lain yang lebih menarik diceritakan dalam otobiografi Jenderal Pranoto Reksosamodra, ‘Catatan Jenderal Pranoto Reksosamodra (2015)’. Diceritakan, Sri Sultan tengah mengendarai truk Land Rover-nya ketika dihentikan seorang perempuan penjual beras yang meminta bantuan mengangkut beras ke pasar. Tanpa menyadari identitas sang supir, perempuan itu pun menaiki truk.

Sepanjang perjalanan, keduanya mengobrol akrab. Sesampainya di pasar, Sri Sultan membantu menurunkan karung beras. Ketika penjual beras hendak memberikan upah, Sri Sultan menolak dengan sopan. Namun, penolakan ini justru membuat penjual beras tersinggung dan marah besar, menganggap Sri Sultan sombong dan tak membutuhkan uang. Ia pun terus menggerutu.
Puncaknya, baru setelah seseorang memberitahu identitas sebenarnya sang supir, penjual beras tersebut terkejut dan pingsan hingga dilarikan ke rumah sakit. Mendengar kabar ini, Sri Sultan langsung menjenguknya. Kisah ini menjadi bukti nyata kesederhanaan dan kemurahan hati Sri Sultan, yang bahkan rela menyumbangkan jutaan gulden untuk pemerintah dan rakyat saat awal kemerdekaan Indonesia. Meskipun kekayaannya tak terhitung, beliau dikenal sebagai sosok dermawan yang tak pernah memamerkan kekayaan.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana kesederhanaan dan keramahan dapat berdampak tak terduga, bahkan kepada orang yang tak menyadari siapa yang mereka hadapi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar