Strategi Brilian BRI: Bank Raya Siap ‘Telan’ Bank Lain Demi Kelas Atas!

Strategi Brilian BRI: Bank Raya Siap 'Telan' Bank Lain Demi Kelas Atas!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) secara proaktif membuka peluang pertumbuhan anorganik bagi entitas anak digitalnya, PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO). Langkah strategis ini mencuat seiring dengan inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merampingkan klasifikasi perbankan nasional, khususnya dengan menghapus kategori Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) I yang mencakup bank dengan modal inti antara Rp3 triliun hingga Rp6 triliun.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pihaknya akan memantau ketat perkembangan Bank Raya. Ia mengisyaratkan keterbukaan terhadap dua skenario utama: potensi penggabungan dengan bank lain yang berminat, atau justru Bank Raya yang mengakuisisi entitas perbankan lain. "Bank Raya ya tentunya nanti kita lihat lah perkembangan. Kalau memang ada yang pengen bergabung, monggo, atau kita beli lagi yang lain gitu. Untuk dibesarin kan bisa aja," ujar Hery usai gelaran Haluannews.id Awards 2025 di Jakarta pada Kamis (11/12/2025). Hery menambahkan, opsi akuisisi akan dipertimbangkan jika menemukan bank dengan kondisi finansial yang sehat namun ditawarkan dengan valuasi menarik. "Perkembangannya kan, ya kalau nanti ada yang jual bagus murah apa tidak gitu ya," imbuhnya.

Strategi Brilian BRI: Bank Raya Siap 'Telan' Bank Lain Demi Kelas Atas!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut Hery, isu krusial yang melatarbelakangi dorongan konsolidasi bagi bank-bank KBMI I bukanlah semata-mata besaran modal inti, melainkan lebih pada skala atau ukuran operasional bank tersebut. "Problemnya adalah di scale, skala, size. Dan kalau banknya size-nya kecil, artinya capability-nya juga akan susah gitu ya," jelas Hery. Ia menekankan bahwa "size does matter" dalam industri perbankan yang semakin kompetitif.

Sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi sepenuhnya mendukung inisiatif OJK agar bank-bank KBMI I melakukan konsolidasi. Tujuannya adalah untuk memperkuat tidak hanya struktur permodalan, tetapi juga kapasitas operasional dan kemampuan untuk mengakselerasi pertumbuhan. "Supaya kuat tidak hanya dari sisi modal tapi juga dari sisi infrastruktur dan punya kemampuan untuk tumbuh lebih cepat ya. Karena dengan bank yang lebih besar, modal yang lebih besar, kemampuan untuk melakukan investasi, membangun cabang, membangun digital, membangun channel elektroniknya akan lebih baik gitu," papar Hery. Konsolidasi diharapkan dapat menciptakan entitas perbankan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Berdasarkan data Haluannews.id, saat ini terdapat 34 bank yang masih terklasifikasi dalam KBMI I. Bank Raya sendiri tercatat memiliki modal inti sebesar Rp3,29 triliun per kuartal III-2025, menempatkannya di ambang batas bawah kategori yang akan dihapus tersebut. Dorongan ini menandai era baru bagi perbankan nasional untuk mencapai efisiensi dan daya saing yang lebih tinggi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar