Haluannews Ekonomi – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan optimisme terhadap kinerja Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. Sejak Mei 2025, yield SBN menunjukkan tren positif dan semakin kompetitif di kancah global, bahkan mampu bersaing dengan surat utang Amerika Serikat (AS).

Related Post
Perbaikan ini terlihat dari semakin mengecilnya selisih (spread) antara yield SBN Indonesia dan US Treasury. Saat ini, spread tersebut tercatat hanya 213 basis poin (bps). "Menariknya, pencapaian ini diraih meskipun peringkat kredit Indonesia berada di level triple B, sementara Amerika Serikat di level triple A," ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jumat (22/8/2025).

Lebih lanjut, Sri Mulyani membandingkan imbal hasil SBN RI dengan negara-negara lain yang memiliki peringkat kredit single A. Hasilnya, SBN RI menunjukkan daya saing yang tidak jauh berbeda. Berbeda dengan negara-negara lain dengan peringkat kredit triple B seperti Argentina dan Brasil yang masih berjuang dengan spread yield hingga 500 bps terhadap US Treasury.
"Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi surat berharga negara agar tetap kompetitif. Lebih penting lagi, penurunan spread ini secara langsung menurunkan biaya pendanaan (cost of fund) pemerintah," tegas Sri Mulyani. Rendahnya yield SBN berarti beban pembayaran bunga utang negara juga berkurang. Ini merupakan kabar baik bagi pengelolaan keuangan negara di tengah dinamika ekonomi global.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar