Saham WIFI Melonjak 133%! Rahasianya?

Saham WIFI Melonjak 133%! Rahasianya?

Haluannews Ekonomi – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, menjelaskan lonjakan harga sahamnya yang mencapai 133% dalam sepekan. Penjelasan ini disampaikan sebagai respons atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan klarifikasi kepada para pemegang saham. Dalam keterbukaan informasi BEI, manajemen WIFI menyatakan bahwa masuknya pemegang saham baru di grup bisnis perusahaan berpengaruh terhadap pergerakan harga saham tersebut.

COLLABMEDIANET

Manajemen menegaskan, semua informasi material yang berpotensi mempengaruhi harga saham dan kelangsungan hidup perusahaan telah diungkapkan kepada publik sesuai peraturan yang berlaku per 10 Januari 2025. Mereka juga menyatakan belum ada rencana aksi korporasi lainnya, meskipun kemungkinan sesuai kebutuhan perusahaan di masa mendatang tetap terbuka.

Saham WIFI Melonjak 133%! Rahasianya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Nama-nama besar turut menjadi sorotan dalam transaksi saham WIFI. Hashim S. Djojohadikusumo melalui PT Arsari Sentra Data, Arwin Rasyid, dan Fadel Muhammad tercatat sebagai investor baru. Hashim, adik Prabowo Subianto, melalui PT Arsari Sentra Data, memiliki 22,55% saham WIFI secara tidak langsung setelah mengakuisisi 45% saham PT Investasi Sukses Bersama pada 23 Desember 2024. Sementara itu, Tinawati masih memegang 24,8% saham WIFI secara tidak langsung.

Arwin Rasyid dan Fadel Muhammad juga turut berinvestasi, masing-masing memiliki 7,5% saham WIFI secara tidak langsung melalui akuisisi saham PT Media Wiguna Nusantara dari PT Sinergi Investasi Digital. Transaksi ini juga berdampak pada kepemilikan saham PT Sinergi Investasi Digital di WIFI.

Kolaborasi strategis WIFI dengan OREX SAI, INC. (perusahaan patungan NTT DOCOMO dan NEC Corporation) dalam program SURGE-OREX SAI Affordable Internet Disruptive Program juga menjadi perhatian. Kemitraan ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan digital di Indonesia dengan menyediakan akses internet 5G FWA kepada jutaan rumah tangga. Program ini akan berlanjut pada tahun 2025 dengan uji coba dan implementasi pra-komersial. Manajemen menekankan komitmen bersama untuk pemerataan akses digital di Indonesia, mengingat masih tingginya jumlah rumah tangga yang belum terhubung internet.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar