Haluannews Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) pada sesi I perdagangan Senin (20/1/2025). Keputusan ini diambil menyusul lonjakan harga saham RATU yang signifikan. Dalam pengumumannya, BEI menyatakan penghentian sementara berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai hingga pengumuman bursa selanjutnya.

Related Post
Haluannews.id mencatat, saham RATU kembali ditutup auto rejection atas (ARA) di level Rp 5.400 per saham pada penutupan perdagangan Jumat lalu. Kenaikan ini sangat fantastis, mencapai 370% sejak penawaran awal saham (IPO). Suspensi ini merupakan yang kedua kalinya bagi emiten investasi sektor minyak dan gas bumi ini sejak IPO pada 8 Januari 2025. Seminggu setelah IPO, saham RATU sudah melesat 276,52% ke level Rp 4.330 dan sempat dihentikan sementara perdagangannya pada Kamis lalu.

Berdasarkan prospektus, Rukun Raharja Tbk (RAJA) memegang 99,99% saham RATU. Sisanya, 0,004%, dimiliki oleh PT Rukun Prima Sarana, perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh RAJA dan Djauhar Maulidi. RAJA sendiri merupakan perusahaan milik Hapsoro, yang bermitra dengan Djauhar Maulidi, Medi Avianto, dan Arsjad Rasjid. Lonjakan harga saham RATU ini tentu menarik perhatian dan menimbulkan pertanyaan seputar faktor pendorong di baliknya. BEI akan menyelidiki lebih lanjut penyebab fluktuasi harga saham yang signifikan ini.




Tinggalkan komentar