Saham GULA Terjun Bebas, Komisaris Utama Justru Borong Jutaan!

Saham GULA Terjun Bebas, Komisaris Utama Justru Borong Jutaan!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Di tengah dinamika pasar yang bergejolak, PT Aman Agrindo Tbk. (GULA), emiten produsen gula, menjadi sorotan setelah Komisaris Utamanya, Irsyad Hanif, dilaporkan melakukan pembelian saham secara masif. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diakses Haluannews.id, Irsyad Hanif memborong total 18 juta unit saham GULA dalam serangkaian transaksi pada 4 Maret 2026.

COLLABMEDIANET

Laporan kepemilikan saham merinci bahwa Irsyad Hanif melakukan empat kali pembelian saham. Rinciannya, 6.100 saham dibeli pada harga Rp304 per saham, 7.935.100 saham pada harga Rp310 per saham, 9.665.200 saham pada harga Rp308 per saham, serta 393.600 saham pada harga Rp306 per saham. Seluruh transaksi ini ditegaskan bertujuan untuk investasi jangka panjang, menandakan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan.

Saham GULA Terjun Bebas, Komisaris Utama Justru Borong Jutaan!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melalui aksi korporasi ini, kepemilikan saham Irsyad Hanif di GULA meningkat signifikan. Dari sebelumnya 57.478.400 saham atau setara 5,37% dari total saham perseroan, kini menjadi 75.478.400 saham, merepresentasikan sekitar 7,05%. Meskipun demikian, manajemen menegaskan bahwa Irsyad Hanif bukan merupakan pihak pengendali perusahaan.

Sebagai informasi, PT Aman Agrindo Tbk. adalah pemain kunci di sektor perkebunan tebu, perdagangan, dan industri gula. Perseroan aktif dalam perdagangan berbagai jenis gula, meliputi gula pasir, gula cair, dan gula merah. Khusus untuk perdagangan gula merah, aktivitas ini baru dimulai sejak awal tahun 2022, menunjukkan diversifikasi lini bisnis perusahaan dalam menghadapi tren pasar.

Aksi pembelian saham oleh Komisaris Utama ini terjadi di tengah tekanan pasar yang menimpa saham GULA. Pada perdagangan sesi I Jumat (6/3/2026), saham GULA ditutup ambruk 5,56%, mencerminkan sentimen negatif investor terhadap emiten ini. Manuver Irsyad Hanif ini bisa diinterpretasikan sebagai strategi kontrarian atau sinyal kepercayaan internal di saat pasar sedang pesimis.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar