Rupiah Terpukul! Dolar Tembus Rp16.200

Rupiah Terpukul! Dolar Tembus Rp16.200

Haluannews Ekonomi – Kejutan datang dari pasar valuta asing! Rupiah pagi ini tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Hal ini membuat dolar AS merangkak naik hingga menembus level Rp16.200 per dolar AS.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,19% di angka Rp16.200/US$ pada Kamis (30/1/2025). Pergerakan ini bertolak belakang dengan penutupan perdagangan Jumat lalu (24/1/2025) yang menunjukkan penguatan sebesar 0,65%. Sementara itu, indeks dolar AS/DXY pada pukul 08:53 WIB terpantau turun tipis 0,12% di angka 107,87, sedikit lebih rendah dari posisi kemarin di angka 108.

Rupiah Terpukul! Dolar Tembus Rp16.200
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun demikian, analis memperkirakan fluktuasi rupiah hari ini tidak akan terlalu ekstrem. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25%-4,50% sejalan dengan ekspektasi pasar. Dalam keterangannya, Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa bank sentral AS akan menunggu dan mencermati data inflasi dan ketenagakerjaan lebih lanjut, serta dampak kebijakan pemerintahan Trump sebelum memutuskan langkah selanjutnya terkait suku bunga.

Kembalinya Trump sebagai presiden AS dengan janji-janji kebijakan ekonomi seperti tarif impor yang lebih tinggi, pengetatan imigrasi, pemotongan pajak, dan pelonggaran regulasi, turut menjadi faktor yang diperhatikan. Trump juga diketahui menginginkan suku bunga yang lebih rendah, sebuah harapan yang perlu dipertimbangkan oleh The Fed.

Menariknya, dalam pernyataan kebijakan terbaru, The Fed menghapus frasa yang menyatakan inflasi "telah menunjukkan kemajuan" menuju target 2%, dan hanya mencatat bahwa laju kenaikan harga "tetap tinggi." Situasi ini tentu saja akan terus dipantau oleh pelaku pasar dan berpotensi mempengaruhi pergerakan rupiah ke depannya. Haluannews.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar