Haluannews Ekonomi – Pergerakan rupiah terhadap dolar AS kembali menunjukkan tren pelemahan di awal perdagangan hari ini, Selasa (1/7/2025). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka melemah tipis 0,06% ke level Rp16.195 per US$. Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,12% ke angka 96,70 pada Rabu (2/7/2025) pukul 09:00 WIB. Kondisi ini cukup menarik perhatian mengingat penutupan perdagangan kemarin, Selasa (1/7/2025), rupiah justru ditutup menguat 0,28% di level Rp16.185 per US$.

Related Post
Kontras dengan penguatan kemarin, pelemahan hari ini perlu dilihat dalam konteks proyeksi rupiah semester II 2025. Pemerintah memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp16.300 hingga Rp16.800 per US$, sementara Bank Indonesia (BI) memperkirakan berada di rentang Rp16.000 hingga Rp16.500 per US$. Pergerakan rupiah hari ini tampaknya juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dari Amerika Serikat (AS). Pengesahan RUU pemotongan pajak dan belanja yang diajukan Presiden Donald Trump, yang berpotensi menambah defisit anggaran AS hingga US$3 triliun dalam 10 tahun mendatang, menjadi sorotan. Analis Marex, Edward Meir, menilai RUU tersebut memberikan sentimen yang cenderung negatif.

Haluannews.id Research
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar