Haluannews Ekonomi – Penguatan Rupiah hingga menembus level Rp 16.200 per dolar AS menarik perhatian. Albert Z. Budiman, Chief Investment Officer UOB Asset Management Indonesia, menilai pelemahan dolar AS akibat kebijakan Presiden Donald Trump menjadi salah satu faktor pendorongnya. Namun, apakah ini pertanda berakhirnya guncangan ekonomi global atau justru awal dari kejutan berikutnya?

Related Post
Berbagai langkah strategis pemerintah Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global dinilai berhasil menumbuhkan optimisme pasar. Penurunan suku bunga BI rate, stimulus ekonomi, dan rencana penerbitan obligasi global seperti Dim Sum Bond dan Kangaroo Bond menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik. Strategi ini dinilai efektif meredam dampak negatif dari kebijakan Trump yang penuh dinamika.

Analisis pergerakan pasar keuangan Indonesia menghadapi kebijakan Trump menjadi sorotan utama. Dalam wawancara eksklusif di program Squawk Box, Haluannews.id (Rabu, 28/05/2025), Budiman memberikan pandangan mendalamnya mengenai hal ini. Ia menjelaskan bagaimana kebijakan Trump berdampak pada pergerakan Rupiah dan strategi apa yang perlu diadopsi oleh investor untuk menghadapi situasi ini. Wawancara tersebut memberikan gambaran yang komprehensif tentang prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Apakah kejutan dari Trump akan terus berlanjut dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia? Pertanyaan ini masih menjadi tantangan yang perlu dijawab.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar