Rupiah Nyaris Rp17.000! Bos BI Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Ekonomi

Rupiah Nyaris Rp17.000! Bos BI Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Ekonomi

Haluannews Ekonomi – Gejolak ekonomi global kembali menekan mata uang Garuda, memaksa Bank Indonesia (BI) untuk mengambil langkah strategis. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa nilai tukar Rupiah sempat menyentuh level kritis Rp 16.985 per dolar AS pada 16 Maret 2026, mencatat pelemahan sebesar 1,9% di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

COLLABMEDIANET

Dalam rilis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Maret 2026 pada Selasa (17/3/2026), Perry Warjiyo menegaskan komitmen kuat bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Pelemahan ini, menurutnya, merupakan imbas dari memburuknya kondisi global yang turut menyeret mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Rupiah Nyaris Rp17.000! Bos BI Ungkap Jurus Jitu Penyelamat Ekonomi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk meredam tekanan tersebut, Bank Indonesia telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing. Langkah ini mencakup intervensi di pasar NDF (Non-Deliverable Forward) luar negeri (off-shore) serta transaksi spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) di pasar dalam negeri. "BI meyakini rupiah akan stabil ke depannya," ujar Perry dengan optimis.

Keyakinan tersebut didasari oleh beberapa faktor, antara lain komitmen teguh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas, daya tarik imbal hasil investasi di Indonesia yang tetap kompetitif, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tetap baik. Selain intervensi langsung, BI juga memaksimalkan seluruh instrumen kebijakan moneter yang dimiliki untuk menarik aliran masuk modal asing. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kinerja neraca pembayaran dan pada akhirnya menopang stabilitas nilai tukar Rupiah.

Meskipun demikian, dinamika pasar menunjukkan volatilitas. Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sempat dibuka menguat tipis 0,12% ke level Rp 16.965/US$ pada perdagangan hari ini, membalikkan posisi pelemahan 0,30% yang terjadi pada penutupan sebelumnya. Namun, pantauan Haluannews.id menunjukkan bahwa sejumlah bank di Indonesia masih menawarkan dolar AS dengan harga di kisaran Rp 17.000, bahkan ada yang mencapai Rp 17.265 per US$, mengindikasikan tekanan jual yang masih signifikan di pasar.

Bank Indonesia terus berupaya keras untuk memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga di tengah ketidakpastian global, demi menjaga fondasi ekonomi nasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar