Rupiah Menguat Drastis Modal Asing Banjir

Rupiah Menguat Drastis Modal Asing Banjir

haluannews.id – Arus investasi asing kembali mengalir deras ke pasar keuangan Indonesia, menandakan kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi domestik. Dalam dua hari terakhir, tercatat dana segar sebesar Rp19,02 triliun membanjiri Tanah Air, sebuah indikasi positif yang turut mendongkrak kinerja nilai tukar rupiah.

COLLABMEDIANET

Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan, lonjakan modal asing ini merupakan respons positif terhadap bauran kebijakan yang diperkuat oleh bank sentral. Salah satu pemicu utamanya adalah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dalam sebulan terakhir.

Rupiah Menguat Drastis Modal Asing Banjir
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain itu, Destry menambahkan, langkah-langkah strategis lain juga turut berperan. Bank Indonesia telah memperkuat struktur suku bunga SRBI, menawarkan insentif lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing, serta mempermudah akses repo guna mendukung likuiditas perbankan. Intensitas operasi moneter, baik dalam rupiah maupun valuta asing, juga ditingkatkan untuk menjaga stabilitas pasar.

"Pasca kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing menunjukkan perkembangan yang sangat positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik," ungkap Destry dalam pernyataan resminya pada Jumat 12 Agustus 2026.

Minat besar dari investor global ini terlihat jelas dari peningkatan signifikan pada transaksi SRBI nonresiden dan Surat Berharga Negara (SBN). Pada tanggal 10 dan 11 Juni 2026, tercatat masing-masing sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun masuk ke instrumen tersebut.

Dampak langsung dari masuknya dana asing ini adalah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,61% ke level Rp17.865 per dolar AS. Posisi ini membuat rupiah semakin menjauh dari ambang batas psikologis Rp18.000 per dolar AS dan mulai bergerak mendekati area Rp17.800 per dolar AS.

"Perkembangan ini jelas mencerminkan respons positif pasar terhadap strategi kebijakan yang diterapkan Bank Indonesia," tegas Destry.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar