Haluannews Ekonomi – Jakarta – Pasar keuangan Indonesia kembali menunjukkan dinamika menarik pada Selasa (17/3/2026). Mata uang rupiah berhasil membuka perdagangan pagi ini dengan performa positif, menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Related Post
Berdasarkan data terkini dari Refinitiv yang dipantau oleh Haluannews.id, rupiah tercatat mengawali sesi perdagangan di zona hijau, terapresiasi sebesar 0,12% ke level Rp16.965 per dolar AS. Penguatan ini menjadi angin segar setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah sempat melemah 0,30% dan bertengger di posisi Rp16.985 per dolar AS.

Namun, di tengah apresiasi mata uang domestik ini, pantauan di sejumlah bank komersial di Indonesia menunjukkan fenomena yang cukup kontras. Nilai jual dolar AS oleh bank-bank tersebut masih berada di atas level psikologis Rp17.000, bahkan ada yang menembus angka Rp17.265 per dolar AS.
Disparitas antara pergerakan rupiah di pasar spot dengan harga jual dolar di perbankan ini menarik untuk dicermati. Meskipun rupiah menunjukkan kekuatan, bank-bank cenderung menetapkan spread yang lebih lebar, mempertimbangkan berbagai faktor seperti biaya operasional, manajemen risiko fluktuasi, serta proyeksi permintaan dan penawaran valuta asing di pasar domestik. Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi pelaku bisnis dan individu yang membutuhkan konversi mata uang asing, terutama dolar AS.
Lantas, bagaimana rincian kurs dolar AS di beberapa bank nasional dan internasional yang beroperasi di Indonesia per hari ini, Selasa (17/3/2026)? Berikut rangkuman Haluannews.id:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), salah satu bank swasta terbesar, menetapkan kurs jual dolar AS per pukul 13.26 WIB sebagai berikut: E-Rate Rp16.997, TT Counter Rp17.090, dan Bank Notes Rp17.090.
- Dari jajaran bank BUMN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat kurs jual dolar AS per 10.17 WIB: Special Rate Rp16.980, TT Counter Rp17.040, dan Bank Notes Rp17.040.
- Senada dengan Mandiri, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) per 13.50 WIB menawarkan kurs jual dolar AS: Special Rates Rp16.999, TT Counter Rp17.140, dan Bank Notes Rp17.140.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), bank BUMN dengan jaringan terluas, per 13.52 WIB menetapkan kurs jual: E-Rate Rp16.998 dan TT Counter Rp17.075.
- Sementara itu, bank asing PT Bank HSBC Indonesia per 09.03 WIB mencatat Transfer rates jual Rp17.190 dan Banknote rates jual Rp17.265. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi.
- MUFG Bank Jakarta Branch, bank asal Jepang, per 10.00 WIB menetapkan kurs jual (TTS) di Rp17.250.
- PT Bank UOB Indonesia, bank asal Singapura, per 08.36 WIB menjual dolar AS di harga Rp17.192.
- Dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), bank asal Malaysia, per 11.30 WIB mencatat kurs jual valas Rp16.990 dan kurs converter Rp16.990.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen pasar terhadap rupiah membaik, konsumen dan pelaku usaha perlu tetap cermat dalam memantau kurs jual beli valuta asing di berbagai institusi perbankan. Perbedaan kurs yang signifikan antar bank, serta antara kurs spot dan kurs bank, menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan finansial terkait transaksi mata uang asing.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar