Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka dengan pelemahan signifikan pada Senin (23/6/2025). Haluannews.id mencatat, rupiah terpantau berada di level Rp16.430/US$, atau merosot 0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks dolar AS (DXY) pun ikut menguat 0,35% ke angka 99,05 pada pukul 09.00 WIB.

Related Post
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan rupiah. Serangan AS ke situs nuklir Iran pada Sabtu (21/6/2025) kembali memanaskan konflik antara Iran dan Israel, memicu kekhawatiran investor global terhadap stabilitas ekonomi dunia. Arus modal asing diperkirakan akan keluar dari pasar negara berkembang (emerging market), termasuk Indonesia, dan mengalir ke aset-aset safe haven seperti dolar AS dan emas.

Situasi ini diperparah oleh prediksi sejumlah ekonom. Ahmad Mikail dari Sucor Sekuritas memperkirakan rupiah berpotensi melemah hingga Rp16.800/US$ dalam waktu dekat. Sementara Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.350-Rp16.500 per dolar AS pada hari ini. Menurut Josua, selain sentimen geopolitik, rupiah juga menghadapi tekanan dari kombinasi dampak fiskal dan peningkatan inflasi impor.
Pelemahan rupiah ini menjadi sinyal peringatan bagi pelaku pasar dan pemerintah. Ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Strategi mitigasi risiko dan kebijakan fiskal yang tepat diperlukan untuk meredam dampak negatif pelemahan rupiah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar