Haluannews Ekonomi – Investasi saham memang menawarkan potensi keuntungan menggiurkan, namun risiko kerugian juga tak bisa diabaikan. Sebelum memutuskan berinvestasi, pemahaman mendalam terhadap risiko menjadi kunci utama. Salah satu strategi yang sering digunakan untuk membatasi kerugian adalah cut loss.

Related Post
Cut loss umumnya diterapkan pada saham yang dinilai tak lagi memiliki prospek cerah. Bagi trader, menentukan waktu cut loss relatif lebih mudah, biasanya saat harga saham menembus level support dengan persentase tertentu sesuai strategi. Namun, bagi investor jangka panjang, penurunan harga justru bisa menjadi peluang untuk mengakumulasi saham "berlian" yang terpendam.

Pertanyaan krusialnya, seberapa lama investor mampu bertahan menghadapi floating loss? Bagaimana jika ada peluang investasi lain yang lebih menarik? Terkadang, merealisasikan floating loss dan mengalihkan dana ke saham lain bisa menjadi pilihan bijak. Sebelum memutuskan cut loss, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, cek kinerja emiten secara seksama. Jangan terburu-buru cut loss hanya karena harga saham turun. Ingat, Warren Buffett pernah melepas saham maskapai penerbangan di awal pandemi Covid-19 karena melihat potensi gangguan terhadap model bisnis perusahaan.
Kedua, perhatikan valuasi saham. Saham dengan valuasi tinggi mungkin kurang menarik karena berpotensi menggerus imbal hasil dividen. Sebaliknya, saham dengan valuasi murah atau terdiskon bisa menjadi peluang menarik. Menjual saham saat valuasi sudah mahal, baik dalam kondisi rugi maupun untung, merupakan langkah bijak karena saham dengan valuasi mahal rentan terhadap koreksi.
Evaluasi fundamental perusahaan secara berkala, biasanya setiap tiga bulan saat laporan keuangan dirilis, sangat penting untuk menilai kinerja keuangan aktual perusahaan dibandingkan ekspektasi awal. Selain itu, perhatikan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan secara signifikan.
Intinya, jika fundamental perusahaan masih solid dan valuasi masih rendah, penurunan harga saham justru bisa menjadi kesempatan untuk membeli lagi, asalkan investor memiliki modal yang cukup. Semakin turun harga saham, semakin menarik untuk dibeli.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar