RUGI Miliar! Rahasia Bisnis Anthoni Salim di Korea Utara

RUGI Miliar! Rahasia Bisnis Anthoni Salim di Korea Utara

Haluannews Ekonomi – Anthoni Salim, yang baru saja dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya ke-5 di Indonesia dengan kekayaan US$ 12,8 miliar atau Rp 207 triliun, ternyata pernah mengalami kerugian besar di awal kariernya. Kisah ini terungkap, mengungkapkan kegagalan bisnisnya di Korea Utara pada era 1970-an.

COLLABMEDIANET

Ambisius seusai menyelesaikan pendidikannya di Inggris, Anthoni, putra Sudono Salim, ingin segera terjun ke dunia bisnis. Alih-alih memulai dari nol, ia memanfaatkan jaringan Salim Grup yang telah mapan. Proyek pertamanya? Impor semen dari Korea Utara. Namun, langkah awal ini justru menjadi pelajaran mahal.

RUGI Miliar! Rahasia Bisnis Anthoni Salim di Korea Utara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Modal besar yang ia gelontorkan tak berbuah manis. Anthoni mengakui kurangnya ketelitian dalam proses distribusi. Penggunaan karung semen yang kurang berkualitas dari pihak Korea Utara, ditambah penanganan yang kasar oleh pekerja Indonesia, mengakibatkan sekitar 70% karung semen sobek sebelum sampai ke tujuan. Akibatnya, ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengemasan ulang, pembersihan kapal, dan denda keterlambatan.

Lebih buruk lagi, semen yang rusak dan dianggap tercemar sulit dijual, membuat Anthoni merugi besar. Kesalahan tak hanya pada aspek teknis, tetapi juga geopolitik. Ia mengabaikan sensitivitas politik Indonesia kala itu terhadap negara komunis seperti Korea Utara, serta reputasi internasional negara tersebut yang kurang baik.

Meskipun mengalami kerugian besar, Anthoni beruntung mendapatkan dukungan dari sang ayah. Sudono Salim hanya berkata, "Ini pengalaman pertamamu," kata Anthoni mengenang. Pengalaman pahit ini justru menjadi batu loncatan bagi Anthoni Salim untuk membangun kerajaan bisnisnya hingga mencapai kesuksesan yang luar biasa seperti saat ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar