Haluannews Ekonomi – Perkembangan teknologi yang pesat, khususnya kecerdasan buatan (AI), menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri sekuritas di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Head of Equity Research Tuntun Sekuritas Indonesia, Vincent Tjoe, dalam acara Road to Haluannews Awards 2025 ‘Best Securities and Fund Managers’, Selasa (23/9/2025).

Related Post
Vincent menekankan pentingnya adaptasi bagi pelaku pasar modal. Kegagalan beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan menghambat kinerja dan bahkan membahayakan kelangsungan bisnis. Namun, ia optimistis industri sekuritas Indonesia mampu memanfaatkan teknologi baru untuk ekspansi bisnis. "Saya percaya rakyat Indonesia mampu memanfaatkan, bukan takut, pada teknologi baru. Kita gunakan teknologi untuk ekspansi bisnis," tegasnya.

Optimisme Vincent didasari oleh fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat, didukung oleh berbagai insentif pemerintah. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia ke level 4,75% dan stimulus ekonomi 8+4+5 menjadi contoh nyata dukungan pemerintah. Ia berharap, ekspansi bisnis yang lebih masif akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga menciptakan siklus pertumbuhan ekonomi yang positif.
"Ekspansi bisnis yang lebih besar akan menjadi penggerak utama peningkatan lapangan kerja dan daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Vincent.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar