Revisi PDB China Picu Gairah Bursa Asia!

Revisi PDB China Picu Gairah Bursa Asia!

Haluannews Ekonomi – Jelang akhir pekan terakhir 2024, bursa Asia menunjukkan pergerakan beragam. Mayoritas indeks menguat di awal perdagangan Jumat (27/12/2024), kecuali KOSPI Korea Selatan yang melemah. Meski hari ini menjadi hari perdagangan terakhir pekan ini, sejumlah pasar Asia justru tampak bergairah.

COLLABMEDIANET

Kenaikan beberapa indeks di bursa Asia didorong oleh kabar terbaru dari China. Negeri Tirai Bambu merevisi Produk Domestik Bruto (PDB) 2023 naik 2,7%, sebesar 3,4 triliun yuan menjadi 129,4 triliun yuan (US$17,73 triliun). Hal ini diumumkan Kang Yi, kepala Biro Statistik Nasional China, dalam konferensi pers yang juga merilis sensus ekonomi nasional kelima.

Revisi PDB China Picu Gairah Bursa Asia!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Meskipun revisi ini dilakukan, Kang Yi menegaskan bahwa dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini akan kecil. Pemerintah China sendiri berjanji akan menggelontorkan stimulus lebih besar untuk mendorong ekspansi ekonomi pada 2025. Dukungan kebijakan akhir tahun ini diharapkan dapat mendorong ekonomi terbesar kedua di dunia itu mencapai target pertumbuhan "sekitar 5%".

Namun, tantangan tetap ada. Potensi kenaikan tarif AS misalnya, masih menjadi beban bagi prospek ekonomi China tahun depan. Kang Yi menjelaskan bahwa revisi PDB 2023 tak dijelaskan secara detail alasannya, namun akan diuraikan lebih lanjut di situs web mereka dalam beberapa hari ke depan. Ia menambahkan bahwa ekonomi China telah mampu bertahan menghadapi berbagai risiko internal dan eksternal selama lima tahun terakhir, dan tetap menunjukkan tren yang stabil.

Revisi PDB ini bukanlah yang pertama. Dalam sensus ekonomi lima tahunan sebelumnya, China juga merevisi ukuran ekonominya untuk tahun 2018 sebesar 2,1% dan untuk tahun 2013 sebesar 3,4%. Sensus ekonomi kelima ini mencakup tiga tahun pandemi COVID-19 yang berdampak signifikan pada perekonomian. Lingkungan internasional pun disebut Kang Yi telah mengalami "perubahan yang mendalam dan kompleks" sejak sensus sebelumnya.

Lin Tao, wakil kepala Biro Statistik Nasional, menambahkan bahwa revisi PDB 2023 tidak akan berdampak signifikan pada tingkat pertumbuhan PDB China 2024. Hal senada juga disampaikan Bank Dunia yang pada Kamis (26/12/2024) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China pada 2024 dan 2025. Namun, Bank Dunia tetap memperingatkan melemahnya kepercayaan konsumen dan bisnis, serta hambatan di sektor properti, akan terus menjadi beban tahun depan. Haluannews.id Research [email protected]

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar