Haluannews Ekonomi – Industri pembiayaan tengah bersiap menghadapi tantangan era suku bunga tinggi yang berdampak pada ketidakpastian pasar keuangan global. Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), mengungkapkan perlunya strategi ekspansi bisnis yang tepat. Salah satu langkah yang diusulkan adalah perluasan pembiayaan modal usaha dan modal kerja melalui produk multiguna.

Related Post
Meski tahun 2024 tak menunjukkan lonjakan signifikan kredit mobil dan motor, APPI tetap optimistis. Momentum Ramadan dan Lebaran di semester pertama 2025 diharapkan mampu mendongkrak pembiayaan otomotif. Kenaikan UMP 2025 dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan diyakini akan menjadi katalis pertumbuhan permintaan kredit, baik untuk mobil baru maupun bekas.

"Harapannya, Ramadan dan Lebaran 2025 bisa menjadi pendorong bagi peningkatan pembiayaan otomotif," ujar Suwandi dalam wawancara di program Power Lunch Haluannews.id (Rabu, 15/01/2025). Ia pun memaparkan secara detail prospek dan tantangan yang dihadapi industri multifinance di tahun 2025. Wawancara lengkapnya dapat disaksikan dalam tayangan tersebut. Pertanyaannya, mampukah Ramadan 2025 menjadi titik balik bagi industri pembiayaan otomotif? Kita tunggu saja.




Tinggalkan komentar