Rahasia ‘Warren Buffett India’: Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun!

Rahasia 'Warren Buffett India': Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun!

Haluannews Ekonomi – Kisah inspiratif datang dari dunia investasi, di mana seorang investor ulung asal India, Rakesh Jhunjhunwala, berhasil mentransformasi modal awal yang terbilang sangat kecil menjadi kekayaan luar biasa hingga puluhan triliun rupiah. Berkat kepiawaiannya di pasar saham, ia bahkan dijuluki sebagai "Warren Buffett dari India", sebuah pengakuan atas insting investasinya yang tajam.

COLLABMEDIANET

Kekayaan bersih Rakesh Jhunjhunwala diperkirakan mencapai sekitar US$5,8 miliar, atau setara dengan Rp96,8 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.350 per dolar AS). Angka fantastis ini bermula dari sebuah langkah berani. Menurut laporan dari Traders Brain India, ia mengawali kiprah investasinya hanya dengan modal sekitar Rp975 ribu.

Rahasia 'Warren Buffett India': Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jejak kesuksesannya tak terlepas dari pengaruh sang ayah, seorang petugas pajak penghasilan. Lahir di Mumbai pada 5 Juli 1960, Jhunjhunwala sejak usia muda sering kali menyimak diskusi tentang dinamika pasar saham antara ayahnya dan rekan-rekannya. Perbincangan inilah yang kemudian menumbuhkan ketertarikan mendalamnya pada dunia investasi.

Dorongan rasa ingin tahu yang mendalam tentang saham mendorongnya untuk bertanya kepada sang ayah mengapa harga saham bisa berfluktuasi setiap hari. Ayahnya lantas menyarankan agar ia rajin membaca koran, menjelaskan bahwa berita dan informasi adalah pemicu utama pergerakan harga saham.

Jhunjhunwala kemudian mengutarakan ambisinya untuk berkarir di pasar saham. Namun, ayahnya memberikan nasihat bijak agar ia terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan sarjana dari sebuah perguruan tinggi.

Pada tahun 1985, Rakesh Jhunjhunwala berhasil meraih gelar akuntan terdaftar dari Sydenham College. Setelah kelulusannya, ia kembali membahas tujuannya untuk menjadi investor pasar saham dengan ayahnya.

Menanggapi hal tersebut, ayahnya memberikan restu untuk mengejar karir apa pun yang ia inginkan. Namun, ada satu syarat penting: ayahnya tidak akan memberikan modal awal, dan Rakesh juga tidak diperbolehkan meminta bantuan finansial dari teman-teman ayahnya.

Dengan modal awal yang sangat terbatas, hanya Rp975.000, Rakesh Jhunjhunwala secara resmi memasuki pasar saham pada tahun 1985. Kala itu, indeks Sensex masih berada di level 150 poin, jauh berbeda dengan posisinya saat ini yang berada di sekitar 58.500 poin.

Tak berselang lama, ia menunjukkan kepiawaiannya dengan berhasil mengamankan dana sebesar Rp487.500.000 dari salah satu klien saudaranya, dengan janji pengembalian investasi yang lebih tinggi dibandingkan deposito tetap.

Terobosan profit signifikan pertamanya datang pada tahun 1986. Ia membeli 5.000 saham Tata Tea seharga Rp8.385 per lembar. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, harga saham tersebut melonjak menjadi Rp27.885. Dengan menjual saham tersebut, ia berhasil meraup keuntungan lebih dari tiga kali lipat, mencapai Rp97.500.000.

Meskipun dikenal konservatif dalam menyokong startup era baru, dalam beberapa tahun terakhir, Jhunjhunwala mulai mencetak keuntungan besar dari serangkaian investasi ekuitas swasta seiring dengan pencatatan saham perusahaan-perusahaan tersebut di bursa.

Sebagai contoh, kepemilikan 14% sahamnya di pengecer alas kaki Metro Brands, yang melantai di bursa pada Desember lalu, turut menjadikan pemiliknya, Rafique Malik, seorang miliarder. Kini, nilai saham tersebut bagi Jhunjhunwala mencapai lebih dari US$400 juta.

Ia juga tercatat sebagai investor awal pada perusahaan game Nazara Technologies dan perusahaan asuransi umum Star Health and Allied Insurance Company, keduanya juga telah terdaftar di bursa pada tahun sebelumnya.

Langkah berani terbarunya, yang sempat dipandang berisiko oleh banyak pihak, adalah taruhannya pada sektor penerbangan yang terdampak pandemi Covid-19. Tahun lalu, ia menginvestasikan US$35 juta untuk 40% saham di maskapai penerbangan berbiaya rendah Akasa. Maskapai ini melakukan penerbangan perdananya pada awal bulan, diresmikan oleh menteri penerbangan negara tersebut, dengan Jhunjhunwala sebagai salah satu investor utamanya.

Di balik ketajamannya di pasar, Jhunjhunwala dikenal menikmati gaya hidup mewah, dengan selera terhadap single malt dan cerutu. Ia dilaporkan sedang membangun sebuah rumah mewah berlantai 13 di Mumbai selatan sebagai hunian barunya. Sebagai penggemar film Bollywood, Jhunjhunwala juga membiayai beberapa produksi film, seperti "English Vinglish" dan "Ki & Ka".

Selain kesuksesan finansial, Jhunjhunwala juga dikenal sebagai seorang filantropis terkemuka di negaranya. Melalui yayasan yang dinamai sesuai namanya, ia pernah menyatakan beberapa tahun lalu bahwa ia ingin menyumbangkan 25% dari total kekayaannya selama masa hidupnya.

Ia merupakan salah satu pendiri dan wali dari Universitas Ashoka, sebuah sekolah seni liberal, serta donor tetap untuk Yayasan Internasional Agastya, yang berfokus pada penyediaan pendidikan sains bagi masyarakat kurang mampu.

Universitas Ashoka mengapresiasi kontribusi Jhunjhunwala sebagai salah satu donor terbesarnya. Universitas tersebut juga mengumumkan bahwa ia dijadwalkan untuk mengunjungi kampus pada akhir tahun ini untuk meresmikan Sekolah Ekonomi dan Keuangan Rakesh Jhunjhunwala.

Sayangnya, perjalanan hidup investor ulung ini berakhir pada Agustus 2022. Rakesh Jhunjhunwala dikabarkan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di kota Mumbai. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa penyebab kematiannya adalah "serangan jantung mendadak".

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar