Rahasia Terbongkar! China Borong Nikel RI dalam Jumlah Fantastis!

Rahasia Terbongkar! China Borong Nikel RI dalam Jumlah Fantastis!

Haluannews Ekonomi – Di tengah memanasnya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), China diam-diam melakukan aksi agresif dengan menimbun nikel Indonesia dalam jumlah yang sangat signifikan. Haluannews.id mengungkap informasi eksklusif berdasarkan analisis Financial Times (FT) dan sumber terpercaya, bahwa Negeri Tirai Bambu tersebut telah memborong hingga 100.000 ton nikel sejak Desember lalu. Langkah ini dilakukan memanfaatkan harga nikel yang sedang anjlok di pasar global.

COLLABMEDIANET

Informasi ini diperkuat oleh beberapa sumber industri yang menyebutkan bahwa sebelum aksi borong besar-besaran ini, cadangan nikel China diperkirakan mencapai 60.000 hingga 100.000 ton. Artinya, dalam waktu singkat, China berhasil menggandakan cadangan nikelnya. Ketidaktransparanan China terkait volume cadangan logam negaranya semakin menambah misteri di balik aksi ini.

Rahasia Terbongkar! China Borong Nikel RI dalam Jumlah Fantastis!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Terjadi peningkatan besar dalam impor nikel Tiongkok, dan itu masuk ke dalam persediaan strategis pemerintah," ungkap seorang tokoh industri senior kepada FT.

Strategi ini dinilai sebagai upaya China untuk mengamankan rantai pasokan di tengah ketegangan geopolitik dengan AS. Harga nikel yang berada di level terendah sejak 2020 menjadi momentum yang tepat bagi China untuk memperkuat posisinya di pasar global. China, sebagai penguasa rantai pasokan mineral dan tanah jarang, kerap menggunakannya sebagai alat negosiasi.

Data bea cukai menunjukkan pembelian nikel murni China mencapai 77.654 ton dalam lima bulan pertama tahun 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 2019 dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, konsumsi nikel kelas satu di China hanya tumbuh 5-10% per tahun. Ketidaksesuaian antara impor dan konsumsi ini menjadi bukti kuat adanya penimbunan.

Sumber yang dekat dengan mitra dagang pemerintah China mengungkapkan, pemerintah China juga tengah menimbun logam industri lainnya, termasuk litium, kobalt, dan tembaga. Hal ini diperkuat dengan pemberitahuan dari Administrasi Cadangan Pangan dan Strategis Nasional Tiongkok pada bulan Maret lalu yang menyatakan keinginan untuk membeli logam-logam tersebut untuk cadangan negara.

Anjloknya harga nikel sekitar 40% dalam dua tahun terakhir, akibat perluasan produksi di Indonesia – negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia – menjadi faktor pendorong aksi China ini. Penarikan nikel kelas satu dari gudang LME juga menunjukkan pola perdagangan yang tidak biasa, jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Ide Tiongkok menimbun nikel adalah sesuatu yang telah banyak kami bicarakan dengan para pelaku pasar dan klien," kata seorang analis pasar.

Aksi China ini berpotensi mempengaruhi harga nikel di masa mendatang, terutama dengan melambatnya permintaan baterai kendaraan listrik berbasis nikel. China kemungkinan besar membeli nikel dari Indonesia dan produksi dalam negeri.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar