Haluannews Ekonomi – Kisah sukses Bentoel, rajanya rokok Indonesia, ternyata berawal dari sebuah mimpi. Ong Hok Liong, sang pendiri, mengubah nasib perusahaannya, NV Pertjetakan Liem An, berkat petunjuk gaib yang ia terima dalam mimpi. Pada 1951, perusahaan rokok ini masih bernama NV Pertjetakan Liem An, dan tiga tahun kemudian berganti nama menjadi PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel.

Related Post
Mimpi tersebut datang saat Ong Hok Liong berziarah di dekat sebuah makam. Ia kemudian mencari petunjuk lebih lanjut kepada Mbah Djugo, seorang tokoh spiritual di sekitar Gunung Kawi. Menurut George Quinn dalam buku "Bandit Saints of Java" (2019), konsultasi ini dilakukan pada 1954, saat penjualan perusahaan sedang lesu. Mbah Djugo menyarankan nama baru yang terinspirasi dari mimpi Ong Hok Liong: "Bentoel," sebutan Jawa untuk ubi talas, yang juga muncul dalam mimpinya.

Perubahan nama ini terbukti ampuh. Bentoel berkembang pesat. Sebelum tahun 1960, perusahaan ini telah mempekerjakan 3.000 orang dan gencar melakukan promosi. Bentoel menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, membawa Ong Hok Liong menuju kesuksesan besar hingga wafatnya pada tahun 1967. Anaknya, Budhiwijaya Kusumanegera, kemudian meneruskan kepemimpinan perusahaan.
Namun, kejayaan Bentoel tak berlangsung selamanya. Pada era 1980-an, perusahaan menghadapi krisis keuangan yang berat, dengan utang mencapai US$170 juta kepada BRI dan Bank Bumi Daya, serta US$350 juta kepada kreditor asing. Akibatnya, saham keluarga Ong Hok Liong (70%) dilelang. Peter Sondakh dan Rajawali Wira Bhakti Utama akhirnya mengambil alih perusahaan, mengalahkan Hutomo Mandala Putra dalam perebutan aset.
PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel kemudian dibubarkan, dan asetnya dialihkan ke PT Bentoel Prima pada tahun 1997. Nama perusahaan kembali diubah menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk pada tahun 2000. Saat ini, British American Tobacco memegang mayoritas saham (92,48%), sementara sisanya dimiliki oleh publik. Kisah Bentoel menjadi bukti nyata bagaimana sebuah mimpi, dipadukan dengan strategi bisnis yang tepat, dapat mengubah nasib sebuah perusahaan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar