Haluannews Ekonomi – Sejumlah investor swasta yang telah berkomitmen membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, akhirnya buka suara mengenai perkembangan proyek mereka. Kabarnya, anggaran pembangunan IKN di tahun 2025 dibekukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kelanjutan proyek raksasa tersebut.

Related Post
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank swasta terbesar di Indonesia, menjelaskan rencana pembangunan kantor cabang di IKN akan tetap berjalan sesuai kesepakatan dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). "BCA selalu mengikuti kebijakan pemerintah dan regulator. Kami berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk OIKN," ungkap EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, kepada Haluannews.id, Selasa (13/2/2025). BCA menegaskan komitmennya menyediakan layanan keuangan berkualitas bagi nasabah, baik online maupun offline. Groundbreaking kantor cabang BCA di IKN telah dilakukan pada 12 Agustus 2024 lalu, menandai langkah nyata setelah rencana pembangunan sempat tertunda.

Sementara itu, PT Intiland Development Tbk (DILD), pengembang properti yang telah melakukan groundbreaking proyek besar Grand Whiz Nusantara, Nusantara Quarter, dan Royale Nusantara Golf Resort & Residence, mengaku pembangunan proyek komersialnya masih menunggu kesiapan OIKN. "Ada kriteria kesiapan pemerintah yang harus dipenuhi," jelas Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, kepada Haluannews.id, Rabu (13/2/2025). Proyek Intiland yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) juga masih menunggu infrastruktur pemerintah dan saat ini masih dalam tahap feasibility study.
Terkait pembekuan anggaran IKN, Archied menyatakan Intiland masih menunggu arahan dari OIKN. Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan anggaran IKN diblokir. "Anggaran kita diblokir semua," tegas Dody di Kompleks Parlemen, Kamis (6/2/2025). Pemangkasan anggaran Kementerian PU sebesar Rp 81,38 triliun berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 semakin memperkeruh situasi. Pernyataan para investor ini memberikan gambaran terkini sekaligus tantangan yang dihadapi pembangunan IKN. Nasib proyek-proyek besar di IKN kini berada di ujung tanduk, menunggu kepastian dari pemerintah.











Tinggalkan komentar