Haluannews Ekonomi – Penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih jauh dari ideal, hanya sekitar 2,8% pada September 2024 menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Angka ini jauh tertinggal dari negara-negara lain seperti Malaysia (4,8%), Singapura (11,4%), dan Afrika Selatan (12,6%). Rendahnya penetrasi ini menjadi tantangan bagi industri asuransi, termasuk PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE).

Related Post
Wianto Chen, CEO & President Director MSIG Life, mengakui mayoritas keluarga Indonesia belum memiliki perlindungan asuransi yang memadai, meskipun kesadaran akan pentingnya ketahanan finansial meningkat. Sebagai solusi, MSIG Life meluncurkan produk asuransi jiwa terbaru, Smile Ultima Term Life (SURE).

"SURE dirancang untuk memberikan perlindungan jiwa, menanggung 10 penyakit kritis mayor, dan menawarkan pengembalian premi hingga 140% jika tidak ada klaim," jelas Wianto dalam keterangan resmi, Jumat (17/1/2025). Keunikan SURE terletak pada fleksibilitasnya. Nasabah dapat mengatur sendiri proporsi manfaat antara uang pertanggungan dan pengembalian premi, serta menyesuaikan premi, masa pembayaran, dan durasi perlindungan sesuai kebutuhan.
"Kami mengerti kebutuhan keluarga muda Indonesia akan produk asuransi yang terjangkau, fleksibel, dan memberikan manfaat pasti," tambah Wianto.
Strategi pemasaran MSIG Life tetap mengandalkan tenaga pemasar. Hasilnya pun positif. Hingga November 2024, jumlah pemasar aktif meningkat 40% year on year (yoy), mendorong pertumbuhan pendapatan premi sebesar 30% yoy pada periode yang sama. Keberhasilan ini menunjukkan strategi tepat sasaran MSIG Life dalam meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia.




Tinggalkan komentar