Rahasia di Balik Kemewahan SCBD: Siapa Sang Miliarder?

Rahasia di Balik Kemewahan SCBD: Siapa Sang Miliarder?

Haluannews Ekonomi – Siapa yang tak kenal SCBD, jantung bisnis Jakarta yang megah dan elite? Gedung-gedung pencakar langitnya menjadi ikon kota. Namun, di balik kemewahan itu, siapa sebenarnya pemilik kawasan prestisius ini? Haluannews.id mengungkapnya.

COLLABMEDIANET

Ternyata, pengembangan properti di SCBD dipegang oleh PT Danayasa Arthatama, perusahaan real estat dan properti. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD), yang dimiliki oleh konglomerat ternama, Tomy Winata.

Rahasia di Balik Kemewahan SCBD: Siapa Sang Miliarder?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kisah sukses Tomy Winata sungguh inspiratif. Berawal dari nol sebagai yatim piatu, ia memulai bisnisnya pada 1972 dengan mengerjakan proyek pembangunan kantor koramil di Singkawang atas kepercayaan pihak militer. Keterlibatannya dengan militer terus berlanjut, membuka jalan bagi perkembangan bisnisnya.

Puncaknya, ia membentuk grup Artha Graha Network bersama Sugianto Kusuma (Aguan). Artha Graha Network memiliki portofolio bisnis yang sangat luas, meliputi properti, keuangan, agroindustri, perhotelan, pertambangan, media, hiburan, ritel, IT & telekomunikasi, dan masih banyak lagi. Saat ini, Tomy Winata menjabat sebagai Komisaris di PT Danayasa Arthatama, sementara Aguan sebagai Komisaris Utama.

PT Danayasa Arthatama pernah melantai di bursa melalui IPO pada 2002, dengan Tomy Winata sebagai Presiden Komisaris. Namun, pada April 2020, perusahaan tersebut melakukan voluntary delisting.

Selain Danayasa Arthatama, Tomy Winata juga menguasai PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD), yang berdiri sejak 1969 dan tercatat di bursa sejak 1984. Laporan kepemilikan saham Juni 2023 menunjukkan Tomy Winata memiliki 13,15% saham JIHD.

Jejak bisnis Tomy Winata juga merambah sektor keuangan melalui PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), meski kepemilikannya bersifat tidak langsung melalui sejumlah perusahaan miliknya. Bank ini berdiri sejak 1973 dan mengalami merger pada 2005.

Dari seorang yatim piatu hingga menjadi pemilik salah satu kawasan bisnis termahal di Indonesia, kisah Tomy Winata menjadi bukti kegigihan dan strategi bisnis yang cemerlang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar