Haluannews Ekonomi – Kenaikan harga bahan baku impor dan pelemahan rupiah menjadi pukulan telak bagi industri barang konsumsi cepat saji (FMCG) di Indonesia. Namun, Danone Indonesia, raksasa FMCG yang telah bercokol lebih dari setengah abad di Tanah Air, punya strategi jitu menghadapi badai ekonomi global ini. Hal tersebut diungkapkan Arif Mujahidin, Director Corporate Communication Danone Indonesia, dalam wawancara eksklusif di program Closing Bell Haluannews.id (Rabu, 15/01/2025).

Related Post
Arif menjelaskan, gejolak ekonomi global, khususnya fluktuasi nilai tukar rupiah dan lonjakan harga bahan baku, merupakan tantangan nyata bagi perusahaan. Namun, Danone Indonesia telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga jual produknya agar tetap terjangkau konsumen. Meskipun detail strategi tersebut belum dibeberkan secara gamblang, wawancara tersebut memberikan sedikit bocoran bagaimana perusahaan dengan portofolio produk hidrasi dan nutrisi ini mampu bertahan di tengah badai.

Untuk mengetahui lebih detail strategi Danone Indonesia menghadapi gejolak ekonomi global dan menjaga bisnisnya tetap berjalan, saksikan wawancara lengkap Andi Shalini dengan Arif Mujahidin di tayangan Closing Bell Haluannews.id. Video tersebut memberikan gambaran menarik bagaimana perusahaan FMCG besar mampu beradaptasi dan tetap kompetitif di tengah kondisi ekonomi yang menantang.




Tinggalkan komentar