Rahasia Akuisisi Bank Nobu Terungkap! Konglomerat Korea Selatan Masuk!

Rahasia Akuisisi Bank Nobu Terungkap! Konglomerat Korea Selatan Masuk!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) mengejutkan pasar dengan pengumuman resmi akuisisi saham mayoritasnya oleh konglomerat asal Korea Selatan, Hanwha, pada Jumat (31/1/2025). Hanwha Life Insurance, melalui aksi korporasi ini, akan menguasai 40% saham NOBU atau setara dengan 2,9 miliar unit. Langkah ini menandai babak baru bagi bank milik Grup Lippo tersebut, sekaligus mengaburkan rencana merger dengan Bank MNC yang sebelumnya santer terdengar.

COLLABMEDIANET

Hanwha, yang telah memiliki jejak bisnis asuransi jiwa di Indonesia melalui PT Hanwha Life Insurance Indonesia, semakin memperkuat posisinya di pasar Tanah Air. Akuisisi PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) pada kuartal II-2023 lalu menjadi bukti ambisi ekspansi mereka di sektor asuransi umum. Per 31 Desember 2024, Hanwha Life Insurance Indonesia mengendalikan 59% saham LPGI, sebelumnya dipegang oleh PT Star Pasific Tbk milik Grup Lippo.

Rahasia Akuisisi Bank Nobu Terungkap! Konglomerat Korea Selatan Masuk!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Akuisisi ini akan menggeser peta kepemilikan NOBU. Keluarga Riady, pemilik Lippo, yang sebelumnya mengendalikan NOBU melalui beberapa entitas, akan melihat kepemilikannya menyusut menjadi 29,88%. Hanwha Life Insurance, dalam keterangan resminya, menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai alasan utama investasi jangka panjang ini. Mereka berencana mengintegrasikan kapabilitas digital Hanwha Life Insurance ke dalam operasional Nobu Bank. Meskipun kepemilikan berganti, kegiatan bisnis utama Nobu Bank dipastikan tetap berjalan, namun dengan dorongan digitalisasi yang lebih kuat untuk menjangkau nasabah lebih luas.

Yang menarik, pengumuman ini sama sekali tidak menyinggung rencana merger dengan PT Bank MNC International Tbk (BABP) milik Hary Tanoesoedibjo. Padahal, rencana merger kedua bank konglomerat ini telah menjadi perbincangan hangat sejak 2023, ditandai dengan aksi tukar guling saham NOBU dan BABP antara Grup Lippo dan Grup MNC pada Mei 2024.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa rencana merger antar bank sepenuhnya berada di tangan pemegang saham. OJK sendiri mendorong konsolidasi perbankan untuk menciptakan lembaga keuangan yang lebih kuat dan kompetitif. Namun, hingga saat ini, OJK belum menerima permohonan konsolidasi dari Nobu Bank dan Bank MNC. Direktur Utama Bank Nobu, Suhaimin Djohan, hanya menyebut transaksi silang saham antara kedua bank sebagai bagian dari proses konsolidasi. Misteri di balik batalnya merger Nobu Bank dan Bank MNC pun masih menjadi teka-teki.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar