Haluannews Ekonomi – Kabar mengejutkan datang dari kubu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Rencana pembangunan 30 mega proyek strategis nasional hingga 2025 diumumkan, diproyeksikan sebagai mesin penggerak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja masif. Namun, tantangan besar pun mengintai.

Related Post
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Saleh Husin, dalam wawancara di program Power Lunch Haluannews.id (Selasa, 18/03/2025), menyoroti pentingnya aspek pembiayaan dan pengelolaan anggaran yang cermat. Keberhasilan proyek-proyek raksasa ini, menurut Saleh, sangat bergantung pada kelancaran pendanaan agar dampak positifnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Saleh mengungkapkan beberapa sektor potensial yang layak diprioritaskan. Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan potensi besar dari energi surya, angin, dan panas bumi, menjadi kandidat utama. Selain itu, ia juga menyarankan pengembangan sektor manufaktur berbasis teknologi tinggi, seperti industri semikonduktor dan baterai listrik. Sektor ekonomi digital, kesehatan, dan bioteknologi juga dinilai memiliki prospek cerah untuk didorong melalui mega proyek ini.
Ambisius, ya? Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah rencana ini mampu mengangkat perekonomian Indonesia ke level yang lebih tinggi? Dan, bagaimana pemerintah memastikan agar proyek-proyek ini tidak hanya menjadi janji, tetapi benar-benar terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat? Kita tunggu saja realisasinya.
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar