Peta Jalan Baru OJK: Pasar Modal RI Makin Transparan, Investor Merapat!

Peta Jalan Baru OJK: Pasar Modal RI Makin Transparan, Investor Merapat!

Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara proaktif menggariskan strategi komprehensif untuk memodernisasi pasar modal Indonesia. Langkah ini diambil guna memenuhi serangkaian persyaratan ketat dari Morgan Stanley Capital International Inc. (MSCI), dengan fokus utama pada peningkatan transparansi, tata kelola, dan integritas. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan komitmen lembaganya dalam merancang berbagai inisiatif bersama Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resminya pada Kamis (29/1/2026), seperti dilansir Haluannews.id.

COLLABMEDIANET

Salah satu pilar utama strategi ini adalah implementasi publikasi data kepemilikan saham yang jauh lebih komprehensif di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), direncanakan mulai awal Januari 2026. Data tersebut akan mencakup pengungkapan kepemilikan saham baik di atas maupun di bawah 5%, dilengkapi dengan klasifikasi kategori investor. Mahendra menjelaskan, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi yang tersedia bagi investor, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan terinformasi.

Peta Jalan Baru OJK: Pasar Modal RI Makin Transparan, Investor Merapat!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

OJK juga menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi permintaan spesifik tambahan dari MSCI. Permintaan ini meliputi penyediaan data kepemilikan saham di bawah lima persen, lengkap dengan rincian kategori investor dan struktur kepemilikan. Lebih lanjut, OJK berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa seluruh proses pengungkapan data ini akan selaras dengan praktik terbaik di tingkat internasional (best practices), guna menjaga standar global.

Dalam upaya lain untuk meningkatkan kualitas pasar, Mahendra juga mengumumkan bahwa SRO pasar modal akan segera merilis regulasi terkait ketentuan free float minimum sebesar 15 persen. Regulasi ini akan diiringi dengan penekanan kuat pada transparansi. OJK akan memainkan peran aktif dalam mengawasi implementasi kebijakan ini, termasuk merumuskan ‘kebijakan keluar’ (exit policy) yang jelas bagi emiten atau perusahaan publik yang gagal memenuhi ketentuan dalam periode waktu yang telah ditentukan. Selain itu, OJK juga akan meminta SRO untuk menyediakan data pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner – UBO) emiten pasar modal kepada MSCI, menambah lapisan transparansi yang krusial.

Mahendra menegaskan bahwa serangkaian langkah strategis ini merupakan bagian integral dari agenda reformasi berkelanjutan yang diusung OJK. Tujuannya adalah untuk memperkokoh integritas, meningkatkan transparansi, dan mengatrol kualitas pasar modal Indonesia. Proses ini akan dikawal ketat melalui koordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, respons dan masukan dari MSCI secara umum sangat positif, mengindikasikan bahwa lembaga tersebut masih melihat potensi besar dan keinginan kuat untuk menyertakan saham-saham emiten Indonesia dalam indeks global mereka. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pasar modal Indonesia sangat prospektif dan menarik bagi investor internasional.

Mahendra menambahkan, apa pun hasil evaluasi MSCI terhadap penyesuaian yang tengah digodok, OJK berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap penyesuaian lanjutan akan dilaksanakan hingga tuntas dan sesuai dengan ekspektasi MSCI. Di sisi lain, terkait dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), OJK secara konsisten memantau pergerakan pasar secara berkesinambungan. Pemantauan ini dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan berbagai faktor risiko baik dari dalam negeri maupun global.

Guna menjaga stabilitas pasar dan merespons potensi volatilitas, OJK bersama BEI telah mempersiapkan dan siap mengoptimalkan serangkaian instrumen kebijakan. Ini termasuk mekanisme buyback saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), penerapan trading halt, serta penyesuaian batasan Auto Rejection Bawah (ARB). Sebagai garda terdepan pengawas sektor jasa keuangan, OJK menegaskan komitmennya untuk menjamin kepastian kebijakan dan konsistensi dalam agenda reformasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pasar modal Indonesia senantiasa kredibel, berdaya saing, dan menarik di mata dunia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar