Pertamax Rp 16 Ribu Bos BUMN Ungkap Fakta Ini

Pertamax Rp 16 Ribu Bos BUMN Ungkap Fakta Ini

haluannews.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter yang mulai berlaku hari ini sontak memicu beragam respons publik. Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria memberikan penjelasan lugas. Menurut Dony penyesuaian harga BBM non-subsidi ini merupakan konsekuensi logis dari dinamika harga minyak mentah global.

COLLABMEDIANET

Dony menegaskan bahwa PT Pertamina Persero tidak seharusnya terus-menerus memikul beban finansial akibat fluktuasi harga minyak dunia. Ia menambahkan meskipun harganya naik Pertamax saat ini masih menikmati kompensasi sekitar 50% dari harga keekonomiannya. Ini berarti banderol yang berlaku sekarang sejatinya hanya separuh dari nilai pasar yang seharusnya dibebankan kepada konsumen. "Ini kan dinaikin itu memang sesuai sama harga minyak dunia. Kecuali kita menaikkan melebihi (harga keekonomian) itu pun sebetulnya di bawah nilai yang seharusnya kita bebankan" ujar Dony usai rapat di Gedung DPR Jakarta Rabu.

Pertamax Rp 16 Ribu Bos BUMN Ungkap Fakta Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lebih lanjut Dony Oskaria menepis kekhawatiran bahwa kenaikan harga Pertamax akan memicu lonjakan inflasi. Ia beralasan segmen pengguna Pertamax mayoritas berasal dari kalangan masyarakat menengah ke atas. BBM jenis ini lanjutnya tidak diperuntukkan bagi sektor industri maupun transportasi massal sehingga dampaknya terhadap perekonomian secara makro diyakini minim. "Tidak usah terlalu khawatir dan kita harus optimis dan tenang" imbuhnya mengutip pandangan Menteri terkait.

Dony juga memastikan bahwa keputusan penyesuaian harga Pertamax ini bukan langkah sepihak. Ia mengungkapkan penetapan harga baru tersebut telah melewati serangkaian proses dan mendapat persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM. "Dan itu sudah melewati proses dengan Menteri ESDM. Jadi Kementerian ESDM melalui Dirjen menyepakati untuk melakukan itu" tutupnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar