Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menggelar pelantikan, pengambilan sumpah, dan serah terima jabatan bagi 13 pimpinan baru di lembaga pengawas sektor keuangan tersebut. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi OJK dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang kian menantang.

Related Post
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam keterangannya yang dikutip Haluannews.id pada Selasa (6/1/2026), menekankan bahwa para pejabat yang baru dilantik ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi organisasi secara berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mengukuhkan integritas dan meningkatkan profesionalisme OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah lanskap global yang kian kompleks dan dinamis.

Mahendra menjelaskan bahwa transformasi organisasi merupakan prioritas strategis yang menuntut disiplin dan konsistensi tinggi. Hal ini krusial agar OJK memiliki kapabilitas adaptif terhadap perubahan lingkungan global, perkembangan teknologi, serta ekspektasi publik yang terus meningkat terhadap sektor jasa keuangan. "Transformasi organisasi harus menjadi momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, meneguhkan komitmen, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan perekonomian nasional," tegas Mahendra.
Lebih lanjut, Mahendra menggarisbawahi bahwa transformasi OJK melampaui sekadar penyesuaian struktural dan regulasi. Ia mencakup pergeseran paradigma, budaya kerja, dan optimalisasi pendekatan layanan OJK kepada industri jasa keuangan dan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan semangat kolaborasi, sinergi, dan keterbukaan terhadap inovasi, yang diiringi dengan peningkatan kompetensi dan kualitas kinerja seluruh insan OJK.
Pelantikan pejabat pimpinan ini juga merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), sekaligus respons terhadap tuntutan dan ekspektasi pemangku kepentingan yang terus berkembang. Selain itu, pelantikan Kepala OJK Daerah bertujuan untuk mengukuhkan peran kepemimpinan dan jangkauan OJK di tingkat regional, melalui penempatan SDM yang mumpuni dalam kepemimpinan, kapabilitas berjejaring, dan pemahaman mendalam atas karakteristik wilayah tugasnya.
Berikut adalah daftar pejabat OJK yang baru dilantik:
- Deden Firman H sebagai Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan dan Pengendalian Kualitas;
- Defri Andri sebagai Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah;
- Indarto Budiwitono sebagai Deputi Komisioner Pengawas Konglomerasi Keuangan dan Bank Swasta;
- Eddy Manindo Harahap sebagai Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek;
- I. B. Aditya Jayaantara sebagai Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon;
- I Made Bagus Tirthayatra sebagai Kepala Departemen Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik;
- Esti Sasanti P. sebagai Kepala Departemen Pengawasan Bank Syariah;
- Rendra Zairuddin Idris sebagai Kepala Departemen Khusus Transformasi;
- Agus Firmansyah sebagai Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan;
- Ayahandayani K. sebagai Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah;
- Eko Wijaya sebagai Kepala OJK Provinsi Bangka Belitung;
- Kurnia Tri Puspita sebagai Kepala OJK Tegal, menggantikan Noviyanto Utomo; dan
- Yan Jimmy Hendrik S sebagai Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggantikan Japarmen Manalu.
Kepada para pejabat yang baru mengemban amanah, Mahendra menekankan pentingnya menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi prinsip independensi, serta senantiasa memprioritaskan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Melalui penguatan struktur organisasi dan perluasan jangkauan wilayah kerja ini, OJK menegaskan komitmennya untuk berperan proaktif dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar