Modal Es Batu Jadi Triliuner? Kisah Sukses Pengusaha Era Kolonial

Modal Es Batu Jadi Triliuner? Kisah Sukses Pengusaha Era Kolonial

Haluannews Ekonomi – Jangan pandang sebelah mata bisnis es batu! Di balik kesederhanaannya, tersembunyi potensi kekayaan luar biasa. Buktinya, Tasripin, seorang pengusaha pribumi di era kolonial, berhasil mengumpulkan harta triliunan rupiah hanya dari berjualan es.

COLLABMEDIANET

Kisah sukses Tasripin ini menjadi bukti bahwa peluang bisnis bisa datang dari mana saja, bahkan dari sesuatu yang dianggap remeh seperti es batu. Pada awal abad ke-20, ketika kulkas belum ditemukan, es menjadi barang mewah dan sangat dicari. Tasripin melihat peluang ini dan mendirikan pabrik es di Ungaran, Semarang.

Modal Es Batu Jadi Triliuner? Kisah Sukses Pengusaha Era Kolonial
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pabrik es Tasripin berkembang pesat dan menjadi yang terbesar di Semarang pada masanya. Selain es, Tasripin juga melebarkan sayap bisnisnya ke rumah penjagalan dan jual beli kulit hewan. Hasilnya, pundi-pundi kekayaannya semakin menggunung. Saat wafat, hartanya ditaksir mencapai 45 juta gulden, setara dengan hampir Rp10 triliun di masa sekarang.

Selain Tasripin, ada juga Kwa Wan Hong, seorang "raja es" dari Semarang yang mendirikan pabrik es Hoo Hien pada tahun 1895. Kwa Wan Hong berjasa membuat es lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kemudian ada Robert Chevalier di Magelang, yang sukses dengan tiga pabrik es sebelum akhirnya bangkrut saat Jepang datang.

Kisah Tasripin dan pengusaha es lainnya membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras, inovasi, dan melihat peluang di sekitar kita. Jangan meremehkan bisnis kecil, karena siapa tahu, di situlah potensi kekayaan Anda tersembunyi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar