Haluannews Ekonomi – Emiten Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL), melaporkan kinerja keuangan yang menyajikan gambaran kompleks untuk tahun buku 2025. Di satu sisi, perusahaan berhasil membukukan laba bersih yang tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, MLPL juga menghadapi lonjakan signifikan pada rugi tahun berjalan, yang melonjak lebih dari 200%, menciptakan sinyal keuangan yang bercampur aduk bagi para investor.

Related Post
Data yang dihimpun Haluannews.id menunjukkan, laba bersih MLPL untuk tahun 2025 tercatat sebesar Rp156,43 miliar. Angka ini sejatinya menunjukkan peningkatan tipis sekitar 9,52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp142,83 miliar. Kendati demikian, pencapaian ini diiringi dengan pergeseran status laba per saham dasar emiten, yang kini menjadi rugi Rp10 dari sebelumnya surplus Rp9.

Dari sisi operasional, penjualan bersih MLPL menunjukkan pertumbuhan positif, melonjak 1,31% menjadi Rp11,54 triliun dari Rp11,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kenaikan pendapatan ini diimbangi oleh pembengkakan beban pokok penjualan barang dan jasa, yang naik menjadi Rp9,61 triliun dari Rp9,45 triliun di akhir 2024. Akibatnya, laba kotor perusahaan praktis tidak berubah, terkumpul Rp1,93 triliun, sama dengan akhir tahun sebelumnya.
Beberapa pos pendapatan dan beban lain juga turut mewarnai kinerja MLPL. Pendapatan investasi anjlok drastis menjadi Rp16,81 miliar dari Rp282,17 miliar. Sebaliknya, bagian atas laba bersih entitas asosiasi justru melonjak signifikan menjadi Rp245,57 miliar dari Rp212,13 miliar. Beban usaha terpantau stagnan di angka Rp1,82 triliun. Pos lain-lain membengkak drastis menjadi Rp137,45 miliar dari Rp16,03 miliar, sementara penghasilan keuangan sedikit menurun menjadi Rp33,97 miliar dari Rp40,06 miliar. Di sisi positif, beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp271,76 miliar dari Rp332,73 miliar.
Meskipun demikian, sorotan utama tertuju pada rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan yang berhasil ditekan secara signifikan menjadi Rp8,87 miliar, jauh lebih rendah dari rugi Rp301,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ironisnya, di tengah perbaikan tersebut, rugi tahun berjalan perusahaan justru melonjak tajam 224,23% menjadi Rp169,77 miliar, dari Rp136,65 miliar di akhir 2024.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas perusahaan menunjukkan peningkatan signifikan, mencapai Rp6,29 triliun, melonjak dari Rp4,86 triliun di akhir 2024. Peningkatan ini diiringi oleh pembengkakan total liabilitas menjadi Rp8,79 triliun dari Rp8,26 triliun. Dengan demikian, total aset MLPL tercatat sebesar Rp15,08 triliun, meningkat dari Rp13,12 triliun.
Kinerja MLPL di tahun 2025 ini memberikan sinyal yang kompleks bagi pasar. Peningkatan laba bersih dan penjualan menunjukkan adanya aktivitas bisnis yang positif, namun lonjakan rugi tahun berjalan mengindikasikan adanya tantangan dalam mengelola profitabilitas secara keseluruhan setelah memperhitungkan semua faktor dan beban.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar