Misteri IHSG Loyo Kala Bank Raksasa Pesta Cuan! Dalangnya?

Misteri IHSG Loyo Kala Bank Raksasa Pesta Cuan! Dalangnya?

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (15/12/2025) dengan koreksi tipis 0,13% atau 10,84 poin, menutup sesi di level 8.649,66. Penurunan ini terjadi di tengah fenomena menarik: saham-saham blue chip sektor perbankan justru menunjukkan performa gemilang, seolah merayakan pesta cuan di tengah lesunya pasar.

COLLABMEDIANET

Nilai transaksi harian tercatat cukup semarak, mencapai Rp 33,45 triliun, dengan melibatkan 58,34 miliar saham dalam 3,59 juta kali transaksi. Namun, kapitalisasi pasar terpangkas menjadi Rp 15.816 triliun, mencerminkan adanya tekanan jual pada beberapa saham berkapitalisasi besar.

Misteri IHSG Loyo Kala Bank Raksasa Pesta Cuan! Dalangnya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pelemahan IHSG hari ini tak lepas dari tekanan signifikan yang diberikan oleh emiten-emiten besar, terutama dari sektor energi. Saham-saham yang tergabung dalam konglomerasi Grup Bakrie dan Grup Sinar Mas menjadi pemberat utama. Dian Swastatika Sentosa (DSSA), emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas, anjlok 5,08% ke Rp 100.850 per saham, menyumbang pelemahan 20,03 indeks poin. Tak kalah, Bumi Resources (BUMI) dari Grup Bakrie juga terperosok 6,32% ke Rp 344 per saham, dengan kontribusi pelemahan 12,89 indeks poin. Menariknya, tiga saham Grup Bakrie – BUMI, BRMS, dan DEWA – mendominasi daftar saham paling aktif di pasar reguler, dengan total transaksi nyaris seperempat dari seluruh perdagangan bursa pagi ini, meskipun performanya menekan indeks.

Di sisi lain, sektor perbankan tampil sebagai penyelamat, menopang IHSG dari koreksi yang lebih dalam. Bank-bank blue chip raksasa Indonesia menjadi motor penggerak utama. Bank Central Asia (BBCA) memimpin dengan kenaikan 3,75% ke Rp 8.300 per saham, menyumbang penguatan 28,37 indeks poin. Disusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang melesat 4,13% ke Rp 3.780 per saham, memberikan sumbangan 24,74 indeks poin. Bank Mandiri (BMRI) juga tak ketinggalan, terapresiasi 3,53% ke Rp 4.990 dengan kontribusi 14,19 indeks poin, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) melonjak 4,72% ke Rp 4.440 per saham, menambah 6,87 indeks poin.

Secara sektoral, mayoritas indeks bergerak di zona merah, dengan koreksi terbesar dicatatkan oleh sektor energi, teknologi, dan barang baku. Sebaliknya, sektor finansial, kesehatan, dan konsumer primer mencatat kenaikan signifikan. Dominasi investor domestik semakin terasa, dengan rasio kepemilikan meningkat dari 72% menjadi 76% pada pekan lalu, sementara investor asing menciut dari 28% menjadi 24%.

Pergerakan IHSG yang cenderung mixed ini juga tak lepas dari sentimen global. Pasar saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada Senin, (15/12/2025), menyusul koreksi di Wall Street pada Jumat lalu, di mana investor mulai mengambil jeda dari reli saham bertema kecerdasan buatan (AI). Jed Ellerbroek, manajer portofolio Argent Capital Management, yang dikutip oleh Haluannews.id, menyebut investor cenderung berhati-hati dan waspada terhadap sektor AI, meskipun belum sepenuhnya pesimistis.

Pelaku pasar di Asia juga menantikan rilis data penting dari China, termasuk penjualan ritel, investasi aset tetap, dan output industri untuk November, yang akan menjadi indikator krusial bagi pemulihan ekonomi Tiongkok. Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 2,16% dan Kosdaq turun 1,17%, dengan saham semikonduktor unggulan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics tertekan. Jepang, meskipun merilis survei Tankan kuartal IV yang menunjukkan optimisme bisnis produsen besar mencapai level tertinggi dalam empat tahun (+15), pasar sahamnya tetap di zona merah (Nikkei 225 turun 1,3% dan Topix melemah 0,27%). Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,66% di tengah duka akibat serangan senjata terburuk dalam tiga dekade. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan pelemahan.

Investor diharapkan mencermati berbagai sentimen domestik maupun global sepanjang pekan ini, mengingat ini adalah minggu terakhir perdagangan penuh sebelum libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar