Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diyakini memiliki potensi besar untuk kembali melesat menembus level 9.000. Namun, menurut pandangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), percepatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) definitif menjadi kunci utama untuk mewujudkan target ambisius tersebut. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menyoroti lambatnya proses seleksi yang hingga kini masih berada di tangan Panitia Seleksi (Pansel) yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Related Post
Misbakhun mengungkapkan kepada Haluannews.id, bahwa sampai saat ini belum ada satu pun nama calon pimpinan OJK yang diajukan oleh pemerintah ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). "Penting untuk segera menuntaskan proses ini setelah Pansel terbentuk," tegas Misbakhun, sebagaimana dikutip Haluannews.id pada Kamis (26/2/2026).

DPR, lanjut Misbakhun, berkomitmen penuh untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan secara transparan dan terbuka. Mereka akan memilih pemimpin OJK yang memiliki kapabilitas serta kapasitas mumpuni dalam mengelola sektor keuangan, serta berasal dari talenta terbaik bangsa. "Ini adalah sebuah kesepakatan politik di ruang DPR sesuai amanat undang-undang. Kami mencari individu terbaik yang kompeten di sektor keuangan," jelasnya, menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan.
Misbakhun lebih lanjut menegaskan bahwa semakin cepat pemerintah mengajukan nama-nama definitif untuk memimpin OJK, semakin cepat pula industri jasa keuangan Indonesia, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI), dapat diperkuat secara signifikan. Hal ini dinilai krusial pasca-isu MSCI yang sempat menjatuhkan IHSG di bawah level 9.000. "Kita belum sepenuhnya kembali ke situasi 9.000 karena butuh waktu, namun langkah yang diambil saat ini oleh pejabat sementara sudah cukup memadai menuju ke sana," ujarnya, mengindikasikan perlunya kepemimpinan permanen untuk dorongan maksimal dan stabilitas jangka panjang.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang memimpin Pansel, mengonfirmasi bahwa sejumlah kandidat telah mendaftarkan diri dalam proses seleksi sejak dua pekan lalu. Namun, Purbaya merasa jumlah pendaftar masih belum optimal. "Ada beberapa, tapi menurut saya masih kurang banyak," ungkap Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).
Proses seleksi ini dijadwalkan akan ditutup pada 2 Maret 2026. Purbaya juga mencatat bahwa Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, belum terlihat mendaftarkan diri. "Saya belum melihat (Friderica mendaftar). Bukan kemarin, tapi kemarinnya lagi, belum terlihat," katanya. Purbaya menambahkan, pendaftar sejauh ini didominasi oleh pegawai internal OJK dan profesional dari industri jasa keuangan.
Dengan demikian, percepatan dan kualitas pemilihan pemimpin OJK bukan hanya sekadar formalitas, melainkan fondasi penting bagi stabilitas dan pertumbuhan pasar modal Indonesia, khususnya dalam upaya mengembalikan IHSG ke level kejayaannya yang diidamkan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar