Misteri Akuisisi BYAN dan Nasib Saham JARR

Misteri Akuisisi BYAN dan Nasib Saham JARR

haluannews.id – Dunia pasar modal tanah air tengah diramaikan oleh kabar rencana aksi korporasi besar yang melibatkan raksasa tambang. PT Jhonlin Baratama dikabarkan tengah menjajaki langkah strategis untuk mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Kabar ini sontak memicu spekulasi di kalangan investor, terutama mengenai keterkaitan dan dampak transaksi tersebut terhadap PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).

COLLABMEDIANET

Menanggapi kegaduhan informasi yang beredar, manajemen JARR akhirnya angkat bicara. Melalui penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan memberikan klarifikasi mendalam guna meredam kekhawatiran pasar. Langkah ini diambil menyusul adanya permintaan klarifikasi dari otoritas bursa terkait keterbukaan informasi yang sebelumnya telah diumumkan oleh pihak BYAN pada pertengahan September lalu.

Misteri Akuisisi BYAN dan Nasib Saham JARR
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam surat resminya, manajemen JARR menegaskan bahwa tidak ada hubungan kepemilikan saham, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara JARR dengan PT Jhonlin Baratama. Meskipun demikian, perusahaan mengakui adanya hubungan afiliasi di antara kedua entitas tersebut. Hal ini dikarenakan keduanya berada di bawah kendali pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) yang sama, yakni pengusaha ternama H. Samsudin Andi Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam. Keduanya merupakan bagian dari ekosistem bisnis Jhonlin Group.

Meski berada di bawah payung grup yang sama, JARR memberikan penekanan penting bahwa struktur manajemen kedua perusahaan tersebut sepenuhnya berbeda. Tidak ada kesamaan dalam jajaran Direksi maupun Dewan Komisaris antara JARR dan Jhonlin Baratama. Manajemen menegaskan bahwa seluruh pengurus JARR bekerja secara mandiri dan independen dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Terkait inti dari pertanyaan bursa, JARR memastikan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan sedikit pun dalam rencana pembelian saham BYAN oleh Jhonlin Baratama. Transaksi tersebut merupakan aksi korporasi murni yang dilakukan oleh Jhonlin Baratama secara terpisah. JARR menjamin bahwa tidak ada aset, fasilitas, maupun sumber daya perusahaan yang digunakan untuk mendukung perencanaan atau pelaksanaan transaksi tersebut.

Lebih lanjut, JARR memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada aliran dana, pinjaman, maupun dukungan finansial lainnya yang dialokasikan dari kas perseroan untuk kepentingan akuisisi tersebut. Dengan demikian, manajemen menyatakan bahwa rencana akuisisi BYAN tidak akan memberikan dampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, arus kas, maupun kelangsungan usaha (going concern) JARR.

Hingga saat ini, kinerja keuangan dan kegiatan operasional JARR dilaporkan tetap berjalan normal sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus transparan kepada publik dan akan segera mengungkapkan informasi material lainnya jika di kemudian hari terdapat perkembangan yang dapat memengaruhi harga saham atau kelangsungan usaha perseroan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar