Haluannews Ekonomi – Di balik nama-nama besar seperti Elon Musk dan Jeff Bezos, tersembunyi kisah John D. Rockefeller, miliarder pertama dunia dari era minyak. Sebagian kekayaan legendarisnya ternyata pernah mengalir hingga ke Indonesia, saat masih bernama Hindia Belanda, memberikan dampak signifikan bagi kesehatan masyarakat.

Related Post
Rockefeller, yang dinobatkan sebagai miliarder pada tahun 1916 dengan kekayaan setara Rp500 triliun saat ini, membangun imperium bisnisnya melalui Standard Oil. Meskipun praktik monopolinya berujung pada pembubaran perusahaan, Rockefeller telah menjadi sangat kaya dan kemudian mendirikan Rockefeller Foundation pada tahun 1913.

Yayasan ini, dengan dana sekitar US$700 juta, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia di seluruh dunia. Pada tahun 1920-an, Hindia Belanda menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat.
Rockefeller Foundation mengirim Dr. J.L. Hydrick untuk memimpin program pemberantasan penyakit cacingan yang saat itu merajalela akibat sanitasi buruk. Upaya yayasan ini meliputi pembangunan sistem sanitasi, pengenalan jamban sehat, dan edukasi kebersihan.
Di Purwokerto, Rockefeller Foundation bahkan merenovasi kampung-kampung kumuh agar lebih layak huni. Hasilnya, angka penderita cacingan turun drastis, kesadaran akan kesehatan meningkat, dan generasi yang lebih sehat dan produktif pun terbentuk. Warisan Rockefeller terus dirasakan hingga kini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar