Meski KPR Melambat BTN Tetap Gas Pol Ini Sebabnya

Meski KPR Melambat BTN Tetap Gas Pol Ini Sebabnya

haluannews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menunjukkan keyakinan kuat terhadap target pertumbuhan penyaluran kreditnya tahun ini, yakni di kisaran 8% hingga 10% secara tahunan. Optimisme ini tetap membara, kendati sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menghadapi perlambatan yang nyata.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan bahwa keyakinan ini bukan tanpa dasar. Pihaknya mengandalkan dorongan dari sektor lain, termasuk keberhasilan akuisisi portofolio pinjaman pensiunan dari SMBC Indonesia. Dengan strategi ini, BTN tak berniat merevisi target yang telah tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) awal. "Target kami masih sama dengan RBB yang telah ditetapkan," ungkap Nixon dalam sebuah paparan publik yang digelar belum lama ini di Jakarta.

Meski KPR Melambat BTN Tetap Gas Pol Ini Sebabnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Nixon menjelaskan, laju ekspansi kredit hingga paruh pertama tahun ini sebagian besar terdorong oleh langkah-langkah korporasi strategis. Ia memproyeksikan, pertumbuhan maksimal mungkin sedikit di atas target, sekitar 10,1% atau 10,2%, namun tidak akan melampaui angka tersebut secara signifikan.

Saat ini, BTN menerapkan pendekatan yang lebih selektif dalam menyalurkan kredit, khususnya pada beberapa segmen, termasuk pembiayaan perumahan MBR. "Memang, jika kita amati, pertumbuhan KPR, terutama untuk MBR, menunjukkan tren pembangunan dan pembelian rumah yang lebih lesu. Oleh karena itu, kami tidak berani menetapkan target yang melampaui tren yang terjadi di industri perumahan," jelas Nixon.

Selain itu, Nixon juga menyoroti tantangan dari sisi pasokan hunian yang masih melaju lamban, khususnya di wilayah Jawa Barat. Ia menyebutkan, masalah perizinan yang berbelit menjadi salah satu kendala utama. "Persoalan pasokan juga masih menjadi tantangan, terutama di Jawa Barat. Ada beberapa isu perizinan dan sejenisnya. Inilah yang menjadi alasan kami tetap mempertahankan angka target 8 hingga 10 persen," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar