Haluannews Ekonomi – Rencana mega merger 16 perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi hanya 3 entitas telah mengemuka. Langkah ini diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai bagian dari konsolidasi besar-besaran BUMN. Hal ini disampaikan oleh Kepala Departemen Legal Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hasinah Jusuf, yang menilai dampaknya terhadap perusahaan asuransi swasta akan minim.

Related Post
"Dari sisi dampak langsung, saya melihat rencana konsolidasi ini tidak akan terlalu berpengaruh pada perusahaan asuransi swasta," ujar Hasinah usai kegiatan Media Gathering AAJI di Bogor. Menurutnya, perbedaan segmen pasar menjadi faktor utama. BUMN asuransi cenderung fokus pada produk asuransi kumpulan atau korporasi, sementara perusahaan swasta lebih banyak melayani segmen individu. "Asuransi BUMN lebih banyak mengcover asuransi kumpulan, jadi dampaknya ke asuransi individu tidak akan terlalu besar," tambahnya.

Beberapa perusahaan asuransi BUMN yang termasuk dalam rencana merger ini antara lain Perum Jamkrindo, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), Asuransi Ekspor Indonesia, Jasa Raharja, Askrindo, Jasindo, dan Taspen. Termasuk pula AXA Mandiri, BNI Life, dan BRI Life yang berafiliasi dengan bank BUMN.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, telah mengungkapkan rencana aksi korporasi besar-besaran yang melibatkan lebih dari 350 merger dan akuisisi BUMN dalam 1-2 tahun ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari peninjauan fundamental bisnis BUMN yang ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025. Tujuannya, untuk menciptakan matriks BUMN yang lebih efisien dan kompetitif di kancah global, mengurangi jumlah BUMN dari 888 menjadi kurang dari 200 perusahaan.
Dengan konsolidasi ini, diharapkan akan tercipta perusahaan-perusahaan BUMN yang lebih besar, kuat, dan mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar