Haluannews Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan rencana merger PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) dan PT Bank MNC International Tbk (BABP) tetap berlanjut, kendati NOBU akan memiliki pemegang saham mayoritas baru dari Korea Selatan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan dukungan OJK terhadap akuisisi 40% saham NOBU oleh Hanwha Life, asalkan berdampak positif bagi kinerja bank tersebut. Namun, OJK akan tetap mengevaluasi kelayakan Hanwha Life.

Related Post
"Prinsipnya, OJK mendukung masuknya investor strategis baru jika berdampak positif bagi kinerja bank, dengan tetap memperhatikan hasil evaluasi kelayakan dan kemampuan akuisitor dalam mengembangkan bisnis bank ke depan," ujar Dian dalam keterangannya kepada Haluannews.id.

Dian menegaskan komitmen merger MNC Bank dan Nobu Bank masih solid dan tak terpengaruh akuisisi Hanwha. Proses konsolidasi kedua bank milik konglomerat besar Indonesia ini, lanjutnya, tak bisa tergesa-gesa. "Komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan merger ditunjukkan dengan kepemilikan saham silang antara Grup Lippo/Nobu dan Grup MNC pada kedua bank," tegasnya. OJK akan terus memantau perkembangan pasca akuisisi Hanwha terhadap Bank Nobu.
Sebelumnya, Nobu Bank mengumumkan pengambilalihan saham mayoritasnya oleh Hanwha pada 31 Januari 2025. Hanwha Life Insurance akan mengakuisisi 2,9 miliar unit saham NOBU (40%). Setelah akuisisi, kepemilikan keluarga Riady di NOBU akan berkurang menjadi 29,88%.
Hanwha Life optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, didukung peningkatan konsumsi domestik dan proyek infrastruktur. Mereka berencana mengintegrasikan kemampuan digital Hanwha Life di bidang keuangan ke dalam operasional Nobu Bank. Pengumuman tersebut tak menyinggung rencana merger dengan MNC Bank.
Padahal, rencana merger kedua bank ini telah ramai diperbincangkan sejak 2023. Aksi terakhir yang melibatkan keduanya adalah tukar menukar saham NOBU dan BABP pada Mei 2024. PT MNC Land Tbk (KPIG) melepas 6,82% saham BABP kepada PT Prima Cakrawala Sentosa (Grup Lippo), sementara Prima Cakrawala Sentosa melepas 10% saham NOBU kepada KPIG.




Tinggalkan komentar